This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 08 Mei 2012
CURHAT EUY..
09.56
No comments
30 April 2012 13:00
Hari ini adalah hari pertama aku menginjakkan kaki di SDIT Ar-Raudhoh. Sudah setahun aku tak ikut berkecimpung untuk mengisi pelajaran bahasa Indonesia. Selama ini aku hanya bertugas membuat modul bahasa Indonesia saja karena kalau mengajar, aku harus bangun pagi-pagi sekali sedangkan tugasku kalau pagi itu sedikit tapi membutuhkan waktu lama, memandikan dan menyuapi ibu serta kalau masih ada waktu aku menyapu rumah terlebih dahulu.
Kemarin tepatnya tanggal 21 April aku dihubungi oleh pihak bimbel di tempatku bekerja mereka meminta aku untuk mengisi intensif dan mereka juga memberikan tanggal yang sudah mereka persiapkan. Aku lalu menyanggupi hanya tiga hari, senin, rabu, dan kamis. Sekarang hari Senin, hari pertama ku mengajar. Aku melihat jadwalku selama tiga hari itu hanya di kelas B2 dan E saja. Aku sudah yakin itu pasti kelas yang sangat sangat luar biasa. Dan ternyata dugaanku benar. Menurut MM, dua kelas itu adalah kelas yang sangat berisik. Di B, jumlahnya ada 12, 9 laki-laki dan 3 perempuan, waduuuuuuuuh..belum selesai aku membayangkan kelas B, MM melanjutkan ceritanya bahwa di kelas E, itu lebih menyebalkan. Duh, kepalaku jadi pusing membayangkan nanti ketika aku sudah berhadapan dengan anak-anak. Aku lalu menarik napas dalam-dalam biar aku tidak stress duluan hehhe...
Tepat pukul 7:45 aku dan MM sampai di SDIT AR. Di sana aku bertemu dengan MN dan MT. Aku baru tahu itu MT karena MM yang memberitahukan aku. Ketika melihat MN, sepertinya aku merasa dia kurang suka dengan kedatanganku dan ternyata fillingku benar. Ketika melihat kedatanganku ternyata jadwal menjadi amburadul. Jadwal yang dikirimkan kepadaku ternyata berbeda dengan jadwal yang dikirimkan ke guru-guru lain. Ternyata hari itu di jadwalnya MN dan yang lain namaku tidak ada. Aku jadi bingung. MN lalu menelpon PR yang mengatur jadwal. Ternyata kata PR jadwal aku yang benar. Di sana ternyat MT, guru bahasa Indonesia, hanya 1 sesi. Mendengar penjelasan PR, MN kesal. aku lalu menyarankan MT untuk mengisi di sesi kedua tapi beliau tidak mau. Beliau lebih memilih untuk pulang. MT si sepertinya biasa saja cuma MNnya aja yang agak bete kepadaku. Aku bisa memahami itu. Jam 8:10 bel berbunyi dan itu berarti kami harus masuk ke kelas. Ternyata B itu dibagi dua, B1 dan B2. Gurunya aku dan Mba Tyas. Ketika kami ingin beranjak dari tempat duduk, tiba-tiba MN ditelpon seseorang dan ternyata dari PR. Kata PR, untuk sesi kedua, aku mengajar bersama MT lagi karena kelompok E adalah kelompok ekstra. Aku senang sekali karena MT mau menemani aku di sesi kedua.
Masuk di sesi pertama ternyata aku mengajar anak laki-laki yang berjumlah 9 orang. Begitu melihat aku, mereka terus menatap aku dan aku senyum aja coz grogi juga karena ada MT. Dari 9 orang ada dua anak yang serius mengerjakan soal. Ketika anak-anak sedang mengerjakan soal, MT memperkenalkan aku sebagai pembuat modul Bindo. Sesi kedua, di E kelompok terbandel, terekstra, begitu kata guru-guru yang mengajar mereka. Tapi setelah masuk ke E, ternyata aku memiliki pendapat yang berbeda terutama dengan anak yang namanya Farel. Menurut MT, aku harus hati-hati karena mamanya Farel itu vokal sekali dan Farel juga sering membuat emosi guru. Guru di sekolahnya sudah angkat tangan melihat kenakalan Farel dan begitu juga denga teman-temanku yang mengajar Farel. Menurut aku, antara kelas B dan E, aku lebih suka dengan kelas E karena mereka semua mengerjakan soal ya.. walaupun sambil bercanda tapi bagiku jika itu adalah hiburan agar mereka tidak jenuh, aku tidak menganggap itu suatu hal serius. Jadi aku biarkan saja mereka mengerjakan soal sambil diselingi bercanda dan yang membuatku heran aku tidak melihat sama sekali kenakalan Farel. Ketika melihat aku, dia terus menatapku dan aku hanya tersenyum. Dan yang membuatku tambah bahagia ada anak bernama Fadil dia itu nempeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeel terus ke aku. Ketika mereka sudah selesai lalu kami mengoreksi bersama. MT bertugas menjaga anak-anak sedangkan aku bertugas menjawab plus menambahkan pertanyaan plus menjelaskan jika ada yang belum mereka paham. Selama pembahasan, farel selalu menjawab dengan serius dan benar. Akhirnya dari hasil yang didapat, Farel mendapat nilai 96. Wah, ternyata...anak yang selama ini katanya sangat galak, judes, tukang ngadu itu menurut aku justru kebalikannya dia sangat menyenangkan. Terima kasih ya Farel karena hari ini aku mendapat pelajaran bahwa sekeras-kerasnya watak manusia namun masih bisa dilunakkan dengan kelembutan.
Hari Rabu aku tidak masuk karena aku dan MT sama-sama 1 sesi. Daripada cuma 1 sesi, lebih baik jadwalku aku berikan ke MT karena kasihan kalau MT Cuma 1 sesi dan aku juga sebenarnya ngga enak aja takut MN bete lagi sama aku. Capcay deeeeeeeeeh..
Hari Kamis, aku kembali berangkat yaaaaaaaaa walaupun tanpa MM karena saat ini MM sedang dipingit maklum sabtunya mau nikah cuuuuuuuuuuuuuy, ALHAMDULILLAH YA SESUATU HEHE...
Dan seperti biasa, MN kaget lagi begitu melihat aku untungnya jantungya ngga copot ya hhehe... menurut MN yang mengajar Kamis itu mendapat sms dari PR sedangkan aku tidak. Jadwalku dan MT bentrok akhirnya aku dan MN mengajar di kelas B sedangkan MT dan MA mengajar di kelas E. Aku agak bete si ketika harus mengajar dengan MN. Tapi beteku menjadi hilang begitu melihat anak-anak B ingin aku yang mengajar mereka. ternyataaa...aku baru nyadar pesonaku meruntuhkan hati anak-anak B. Alhamdulillah euy... pede dikit euy...^^
Sesi kedua aku mengajar di E dan kulihat Farel begitu semangat begitu melihat aku datang. Di sesi ini aku mengajar dengan PM. Ketika sedang mengerjakan soal, farel bilang bahwa ia ingin mendapatkan hadiah dan uang Rp2.000. aku lalu menyanggupi tapi ternyata, harapan itu tak terwujud nilai farel 68 dan yang tertinggi Ilham. Ku lihat raut kekecewaan di wajah farel. Pukul 11.30 kami selesai lalu setelah anak-anak membaca doa, satu per satu mereka keluar lalu aku mendekati farel dan ku mencoba tuk menyemangatinya lagi. sambil memegang bahunya, aku berkata, “farel, kakak tunggu ya nilai terbaikmu kembali. Jangan patah semangat, ayo, buktikan nanti di UASBN itu Kamu harus mampu membuktikan Kamu memang layak menjadi yang terbaik.” Farel lalu tersenyum. Duuuuuuuuuh aku senang sekali. terima kasih ya Rel, Kamu memang anak yang hebat.
Untuk adik-adikku di AR semoga kalian lulus ya n mendapatkan nilai terbaik. amiiiiiiiiin
Rabu, 02 Mei 2012
PUISI
15.49
No comments
LELAH
Lelah aku menjalani ini semua
tanpa dirimu.
Sejak kepergianmu,
ku berjalan seorang diri
di atas tajamnya kerikil
serta dihujani kata2 yg sangat menusuk hati.
kini
aku sangat terluka.
tapi demi dirimu,
aku coba membalut luka ini dengan keikhlasan.
tapi ...
Semakin kucoba tuk ikhlas,
hatiku semakin terluka
ayah ...
Aku sangat lelah
menghadapi semua ini seorang diri.
andai kau masih ada di sini, pasti
tak kan ada seorangpun yg menyakitiku.
Lelah aku menjalani ini semua
tanpa dirimu.
Sejak kepergianmu,
ku berjalan seorang diri
di atas tajamnya kerikil
serta dihujani kata2 yg sangat menusuk hati.
kini
aku sangat terluka.
tapi demi dirimu,
aku coba membalut luka ini dengan keikhlasan.
tapi ...
Semakin kucoba tuk ikhlas,
hatiku semakin terluka
ayah ...
Aku sangat lelah
menghadapi semua ini seorang diri.
andai kau masih ada di sini, pasti
tak kan ada seorangpun yg menyakitiku.
CERPEN KARENA CINTA
09.57
No comments
Mama
masih saja menangis bila teringat uang yang telah diambil oleh kakakku, Lisma.
Mama heran plus sedih melihat perubahan kakakku itu. Dulu, Teh Lisma baik dan
tidak berkuasa seperti itu. Tapi, setelah ayah meninggal, sikap Teh Lisma 1800 berubah. Selama ini, kami
berempat (mama, Mas Ario, Mas Rio, dan aku) tidak begitu menyadari perubahan
itu. Kami baru menyadari setelah salah seorang tetangga menjumpai mama dan
mengatakan bahwa Teh Lisma mengatakan bahwa selama ini, hidup kami, dia yang
menanggung. Dia menghidupi kami, dari hasil keringatnya sebagai guru private.
Mama hanya mengelus dada mendengar semua itu.
Kemarin,
mama dan Mas Ario pergi ke rumah kontrakan kami di Cakung. Mama berniat
mengambil uang kontrakan tapi alangkah terkejutnya mereka, uang kontrakan
selama satu tahun sudah diambil semua oleh Teh Lisma. Kebetulan di Cakung, mama
mempunyai dua puluh kontrakan dan semua uangnya sudah habis diambil Teh Lisma. Padahal,
uang itu untuk membiayai Mas Rio dan Mas Ario S2, sekolahku, dan untuk kebutuhan sehari-hari.
Setelah
kejadian itu, kami baru menyadari ada sesuatu yang telah berubah. Dulu kami
semua saling menyayangi dan mengasihi. Tidak ada seorangpun diantara kami
berempat yang merasa “paling” diantara yang lain. Mas Ario pun, kakak tertuaku,
tidak pernah bersikap sebagai penguasa. Awalnya aku berfikir, mungkin hanya aku
yang merasa takut bila berhadapan dengan Teh Lisma tapi ternyata ketika kami
semua dikumpulkan untuk membahas uang tersebut, tidak ada seorangpun yang mampu
membantah ucapannya bahkan mama sekalipun. Kami seperti orang bodoh yang siap
disetir olehnya. Dalam hati, kami menolak tapi entah kenapa kami semua
merasakan ketakutan ketika ingin menolaknya.
►◄
“Ma, apakah Mama sedang sibuk?”
“Tidak, kenapa Ario?” kata mama sambil memandang
wajah Ario.
‘Ma, Ario kan S2 sudah selesai,
pekerjaan, alhamdulillah sudah dapat. Dan Ario fikir, lebih baik Ario segera
menikah dan kebetulan Ario sudah punya calon yang ingin Ario perkenalkan kepada
Mama. Apakah Mama ada waktu untuk bertemu dengannya?”
“Tentu
saja ada, Ario. Bagaimana kalau kita adakan pertemuan itu, malam minggu besok. Kebetulan kita kan mau
merayakan ulang tahun Safna. Nanti kan semua keluarga kita undang jadi Kamu
bisa sekalian memperkenalkan sekaligus meminangnya.”
“Berarti
oragtuanya juga harus datang dong, Ma.”
“Pasti
dong sayang. Soal cincin, Kamu ga usah khawatir. Mama sudah sejak lama
mempersiapkannya untuk Kamu dan Rio. Untuk seserahan yang lain, nanti bisa kita
pakai uang dari kontrakan. Jadi, masalah uang, Kamu tidak perlu khawatir. Mama
hanya mampu membiayai sampai di situ saja. Untuk kehidupanmu nanti, itu sudah
menjadi tanggung jawabmu sebagai seorang suami.”
“Terima
kasih ya, Ma. Aku bangga sekali memiliki Mama. Aku janji akan menjadi suami
yang bertanggung jawab seperti ayah dulu.” Mas Ario lalu memeluk mama. Melihat
semua itu, aku sampai menitikkan air mata. Aku berharap apa yang Mas Ario
niatkan dimudahkan oleh Allah.
►◄
Hari
ini, seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi aku, khususnya dan bagi
keluarga aku, umumnya. Tapi, tak ku sangka, justru hari ini adalah hari duka
yang mendalam bagi kami sekeluarga. Mas Ario yang rencananya akan melangsungkan
lamaran di saat pesta ulang tahunku, kini dia terbaring di ruang ICU. Mas Ario,
syok ketika mendengar semua kontrakan di Cakung telah terjual. Dan penjualnya
adalah adik kandungnya sendiri, Teh Lisma. Padahal kontrakan-kontrakan itu
adalah aset keluarga kami yang paling besar tapi kini, semua itu telah habis
terjual. Aku begitu sedih melihat mama terus duduk di samping Mas Ario. Mama
hanya shalat, membaca al-Quran, dan membaca shalawat untuk kesembuhan Mas Ario.
Aku tahu, hati mama pasti sakit dan sedih sekali melihat Teh Lisma seperti itu.
Tapi aku yakin, semarah-marahnya mama, mama tidak akan tega mengusir Teh Lisma
dari rumah.
►◄
Lima
hari lamanya Mas Ario di rumah sakit dan selama itu pula, tidak sekejap pun Mas
Ario membuka matanya. Kami bertiga kecuali Teh Lisma, berkumpul di samping Mas
Ario. Kami berharap, Mas Ario segera sadar. Ketika kami sedang membacakan surat
Yasin, tiba-tiba tangan Mas Ario bergerak perlahan-lahan dan subhanallah,
matanya pun terbuka perlahan-lahan. Kami lalu berdiri sambil memandang wajah
Mas Ario. Mas Ario akhirnya sadar dari komanya. Ketika kami sedang merasakan
kegembiraan, tiba-tiba Mas Ario mengucapkan kata ‘Maaf’ dan mengucapkan dua
kalimat syahadat dengan terbata-bata. Selesai mengucapkan dua kalimat syahadat,
mata Mas Ario terpejam kembali dan innalillahi wainna ilaihi roji’un, seluruh
tubuh Mas Ario berubah menjadi dingin. Wajahnya tampak tersenyum dan putih
bersih. Mama jatuh pingsan dan aku pun tak kuasa menahan tangis. Tak lama
kemudian, aku pun jatuh pingsan.
Ketika
siuman, aku melihat Mas Rio berada di sampingku. Sambil menangis, Mas Rio
membelai rambutku dan menciumi pipiku. Aku merasakan sesuatu yang lain telah
terjadi. Aku teringat mama lalu aku mencoba bangun dan memanggil mama.
“Mama...Mama...Mama...dimana
mama, Mas? Ayo jawab!!!!!
Kugucangkan
tubuh Mas Rio namun, dia tetaap membisu dan semakin kuguncangkan tubuhnya,
semakin kencang pula suara tangisnya. Melihat itu, aku semakin yakin, ada
sesuatu yang telah terjadi. Mas Rio lalu memelukku.
“Safna
mau ketemu mama, Mas, Safna mau ketemu..tolong kasih tahu Safna, dimana mama.”
“Sabar
sayang, nanti mas akan anter Kamu menemui mama tapi sekarang Kamu belum boleh
pulang. Kata dokter, besok Kamu baru boleh pulang jadi besok mas baru bisa
anter Kamu menemui mama. Sabar ya adik kecilku.”
“Tapi
mama tidak apa-apa kan, Mas?”
“Tidak adik kecilku.
Sekarang Kamu tidur ya. Mas akan temani Kamu, ya sayang.”
►◄
“Asyiiiik,
hari ini Safna sudah boleh pulangkan? Berarti Safna akan bertemu mama, du....h
senengnya.” Mas Rio hanya tersenyum mendengar ucapanku dan aku tidak perduli
dengan tingkahnya itu. Ketika kami sedang bersiap-siap, tiba-tiba pintu kamar
rumah sakit ada yang mengetuk. Itu pasti mama, fikirku. Aku langsung lari dan
membuka pintu sambil memanggil mama. Ketika pintu terbuka, aku tidak melihat
mama dan di hadapanku hanya ada seorang wanita cantik berjilbab biru dan
tampaknya aku mengenalnya. Setelah agak lama memandangnya, aku lalu berteriak
sambil memeluknya.
“Kak
Zahraaa........Safna kangeeeeeeeeen banget sama kakak. Ko, kakak tahu kalau
Safna sakit?”
Kak
Zahra hanya tersenyum sambil melirik Mas Rio. Mereka saling bertatapan. Aku senang
sekali melihat mereka seperti itu. Selama ini, aku selalu berdo’a agar Kak
Zahra dan Mas Rio dipersatukan menjadi suami istri. Awalnya, aku ingin
mengenalkan kepada Mas Ario tapi ternyata Mas Ari sudah punya jadi aku batal
mengenalkan Kak Zahra, kakak angkatku di tempat kuliah. Setelah itu, aku ingin
mengenalkan kepada Mas Rio tapi karena Mas Rio selalu cemberut bila kusebut
nama Kak Zahra, akhirnya aku tidak berani melanjutkan keinginanku. Aku hanya
berdo’a smoga mereka berjodoh. Dan hari ini, aku yakin, begitu melihat mereka
bertatapan, pasti mereka sudah pacaran. Dalam hati aku bersyukur karena do’aku
selama ini telah diijabah oleh Allah. Terima kasih Ya Allah.
Ketika
aku sedang tersenyum sendiri, tiba-tiba...
“Aw...sakit
tau...” kataku sambil cemberut ketika Mas Rio mencubitku.
“Mas
Rio dah jadian ya sama Kak Zahra? Ayo, ngaku....” dulu marah-marah kalau Safna
sebut nama Kak Zahra tapi ternyata dalam hati, suka. Kenapa ngga ngaku aja
si...cappe deh...plis deh ah...males deh ah....hhe...tapi Safna seneng ko
karena do’a Safna terkabul.”
“Siapa
yang pacaran? Kita berdua tidak pacaran tuh..” kata Mas Rio sambil menatap Kak
Zahra.
“Tapi
ko, Mas Rio dan Kak Zahra ada di sini bersamaan trus saling senyum-senyum gitu
deh. Jangan bohong dong, Mas!”
“Kita
memang tidak pacaran sayang...”
Aku
lalu terdiam dan cemberut. Ketika melihat aku seperti itu, Mas Rio dan Kak
Zahra saling bertatapan lalu..
“Kami
tidak pacaran tapi, kami sudah menjadi suami istri, hhehe...” terima kasih ya
adik kecilku, berat do’amu, kami dipertemukan.” Mas Rio lalu memelukku dan Kak
Zahra pun ikut memelukku. Walau kesal karena dibohongi tapi semua itu hilang
dengan berita yang baru aku dengar dari mulut mereka.
“sekarang
waktunya kita pulang, yuk! Kamu senangkan Safna?” Kata Kak Zahra
“Pasti
dong, Kak! Ada tiga hal yang membuat Safna senang hari ini. Pertama, Safna akan
keluar dari rumah sakit ini. Kedua, Mas Rio dan Kak Zahra telah berjodoh, dan
yang terakhir, ini yang paling penting, Safna akan bertemu mama. Nanti kalau
sudah bertemu, Safna akan peluk mama sampai rindu Safna ini hilang.”
Mas
Rio dan Kak Zahra hanya tersenyum dan mereka terdiam membisu.
►◄
Semenjak
keluar dari rumah sakit tadi, ada keanehan yang terjadi. Mas Rio tampak
menangis dan ketika aku tanya, beliau bilang matanya terkena kukunya yang
panjang. Sebenarnya aku tidak percaya tapi aku tidak mau memperpanjang masalah
itu. Aku terus memandangi jalan menuju rumahku. Rasanya, sudah lama aku melihat
semua jalan itu. Setelah agak lama melihat pemandangan, mataku terasa mengantuk
dan akhirnya aku tertidur di pangkuan Kak Zahra.
Ketika
sedang bermimpi indah, aku dibangunkan oleh Kak Zahra. Aku lalu bangun dan
melihat keadaan sekitar begitu asing bagiku. Ketika aku sedang memperhatikan
tempat tersebut, aku melihat ada bacaan di depan pintu masuk “TEMPAT PEMAKAMAN
UMUM”
Aku kaget dan aku langsung membuka pintu mobil dan
berlari masuk ke dalam TPU tersebut. Di sana, aku melihat-lihat kuburan yang
masih baru. Setelah lima belas menit, aku menemukan sebuah batu nisan bertuliskan
nama “ARIO PUTRA SASTRAWAN.” Itu nama Mas Ario, kakak pertamaku. Aku menangis
menatap makam tersebut. Ketika aku melihat ke sebelah kanan makam Mas Ario, aku
melihat ada batu nisan bertuliskan nama “FIRNA HARTONO SASTRAWAN” Aku terus
menatap nama itu. Antara percaya dan tidak, aku merasa itu adalah nama ibuku.
Dan jika benar, berarti...
“Kamu
benar, Safna. Itu adalah makam ibu. Ma’afkan kami berdua karena kami telah
membohongimu. Kami hanya tidak ingin Kamu jadi bertambah parah sakitnya.
Sekarang ini, kami hanya memiliki Kamu, Safna.” Kata Mas Rio sambil memelukku.
Aku
diam seribu bahasa. Aku tidak percaya dengan semua yang kuhadapi sekarang. Aku
hanya bisa menangis, menangis, dan menangis. Setelah aku mulai tenang, Mas Rio
menceritakan bahwa mama menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan
meninggalnya Mas Ario. Waktu itu, mama dan aku jatuh pingsan. Aku sempat koma
dan mama tidak sadarkan diri untuk selama-lamanya. Setelah bercerita panjang
lebar, Mas Rio mengajak aku untuk memanjatkan doa agar almarhumah mama dan
almarhum Mas Ario tenang di sana dan mendapatkan tempat yang paling mulia di
sisi-Nya. Amiin
►◄
Satu
bulan telah berlalu. Kini, aku tinggal hanya bertiga, Mas Rio, Kak Zahra, dan
aku. Teh Lisma? Aku tak tahu. Selama ini, aku belum berani menanyakan
keberadaan Teh Lisma. Mas Rio begitu marah ketika nama Teh Lisma disebut. Aku
tahu Mas Rio seperti itu karena memang semua musibah berawal dari Teh Lisma
jadi wajar jika Mas Rio menaruh benci yang mendalam seperti itu. Aku juga
sebenarnya menaruh kebencian kepada Teh Lisma tapi kebencian itu kini telah
hilang dan berganti dengan rasa kasihan. Kak Zahra selalu menasihati aku untuk
tidak menaruh dendam dengan siapa pun dan aku disuruh untuk bersyukur karena
sifat Teh Lisma tidak ada dalam diriku.aku beryukur, berkat kesabaran kak
Zahra, akhirnya aku bisa menerima semua musibah itu dengan ikhlas.
►◄
Ketika
aku sedang mengobrol dengan Firda, teman kuliahku, Kak Zahra menemuiku. Kami
lalu pulang bersama dan Kak Zahra mengajakku ke suatu tempat. Di tempat itu,
Kak Zahra memberitahukan keadaan Teh Lisma. Aku sedih sekali mendengarnya.
Sejahat apapun Teh Lisma, dia tetap kakakku. Kini, Teh Lisma sangat menderita
hidupnya. Dulu dia berubah seperti itu ternyata hanya gara-gara cowok yang
sangat dia cintai terus merongrong dirinya untuk memenuhi kebutuhan materinya.
Jika Teh Lisma tidak menuruti, ia akan ditinggalkan. Cinta memang buta. Demi
orang yang dia cintai, Teh Lisma mampu berbuat hal yang menyakiti hati
keluarga. Kini, menurut Kak Zahra, Teh Lisma tinggal bersama cowoknya itu dalam
stu rumah tanpa ikatan pernikahan dan yang membuat aku sedih, di rumah itu,
cowoknya selalu membawa cewek lain. Astaghfirullah. Andai saja aku bisa
menyakinkan Teh Lisma untuk meninggalkan cowok itu. Tapi kata Kak Zahra, Teh
Lisma seperti orang yang kena guna-guna. Tak ada sedikitpun penyesalan dalam
dirinya ketika tahu Kak Ario dan mama meninggal dunia. Ketika pemakaman pun,
Teh Lisma tidak hadir. Dari situlah, Mas Rio marah besar kepadanya.
Setelah
puas berbicara dengan Kak zahra, aku dan Kak Zahra pulang ke rumah tapi dengan
taksi yang berbeda. Kami khawatir, jika melihat kami pulang berdua, Mas Rio
jadi curiga.
Ketika
makan malam, aku tidak bisa menghilangkan fikiranku tentang Teh Lisma. Aku
ingin sekali bertemu dengannya. Siapa tahu, setelah bertemu dan berbicara empat mata dengannya, hatinya mulai
terbuka. Besok kebetulan libur dua hari dan saatnya aku melaksanakan niatku
ini. Aku berniat untuk meminta izin kepada Kak Zahra saja tapi setelah ku
pertimbangkan lagi, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat saja tanpa meminta
izin terlebih dahulu karena aku yakin, Kak zahra tidak berani memberikan izin
untukku.
Sebelum
tidur, aku tidak lupa memasang jam beker pukul 4.00. Biasanya Mas Rio dan Kak
Zahra selalu membangunkan aku pada pukul 05.00. aku ingin keluar rumah pukul
04.30. aku lalu mempersiapkan mukena untuk shalat subuh di Masjid.
►◄
Alhamdulillah,
semua rencanaku sampai saat ini lancar. Kini aku sudah berada di bis jurusan
Kampung Rambutan. Pukul 06.10 aku sudah sampai di Pasar Rebo. Aku lalu turun di
sana. Menurut Kak Zahra, Teh Lisma tinggal di sekitar situ. Rumahnya di dekat
sebuah Musholla. Dari jalan raya jalan ke arah kanan, lurus, lalu ada turunan.
Di sekitar situlah Teh Lisma tinggal. Aku lalu menelusuri jalan itu. Dan ketika
sudah sampai di dekat Mushalla, aku tidak melihat sebuah rumah yang berwarna
putih. Di dekat Mushalla ada gang kecil. Karena tidak ada orang, akhirnya aku
memutuskan untuk masuk ke gang tersebut. Feelingku benar. Rumah yang kucari ada
di belakang Mushalla. hampir semua rumah di situ tidak layak pakai tapi ada
satu rumah, bercat putih, walau kecil tapi terlihat masih baru. Aku yakin, Teh
Lisma tinggal di situ. Aku lalu mendekati rumah itu. Walau ada rasa takut dan
ragu, akhirnya aku memberanikan diri mengetuk rumah tersebut. Lima menit
kemudian, pintu rumah itu dibuka dan kulihat seorang laki-laki berwajah lumayan
ganteng, putih, menatapku heran. Dia lalu menanyakan tujuanku. Ketika aku
menyebut nama Teh Lisma, dia lalu tersenyum dan mengajakku untuk masuk ke dalam
rumahnya. Awalnya aku tidak mau tapi karena dia mengatakan bahwa Teh Lisma
sedang sakit dan tidak bisa bangun, akhirnya aku masuk ke dalam. Dia lalu
mengajakku ke kamar untuk melihat teh Lisma.
Di
dalam, aku tidak melihat Teh Lisma. aku mulai curiga. Ketika aku sadar telah
dibohongi, aku berniat untuk keluar dari kamar tersebut. Tapi, tiba-tiba laki-laki
itu memegang tanganku dengan kasar. Aku berontak tapi tenaga orang itu kuat
sekali. Aku lalu didorong ke atas ranjang. Aku terjatuh. Orang itu lalu berniat
memperkosaku. Ketika orang itu ingin melaksanakan niatnya, Mas Rio memukul
kepalanya dari belakang. Dia pingsan seketika. Aku lalu memeluk Kak Zahra dan
menangis sekencang-kencangnya.
Aku berterima kasih kepada Mas Rio dan
Kak Zahra karena telah menyelamatkan diriku dari niat jahat orang tersebut di
saat yag tepat. Waktu itu, aku fikir Mas Rio dan Kak Zahra tidak tahu tentang
kepergianku tapi ternyata, Mas Rio sudah memperhatikan gelagatku sejak makan
malam. Mereka lalu mengikutiku dari rumah sampai tempat tersebut. Aku juga bersyukur kepada Allah,
karena-Nyalah diri ini bisa selamat.
Setelah
diinterogasi disertai pukulan dari Mas Rio, akhirnya laki-laki itu
memberitahukan keberadaan Teh Lisma. setelah mendapat informasi tersebut,
laki-laki itu dibawa ke kantor polisi dan ditahan untuk jangka waktu yang
panjang.
Dengan
bantuan polisi, kami menyusuri tempat yang telah disebutkan oleh laki-laki tersebut.
Tempatnya seperti di hutan. Begitu seram dan tidak ada seorangpun manusia yang
kujumpai di tempat ini. Setelah berjam-jam menyusuri jalan tersebut, akhirnya,
kami menemukan sebuah gubug. Tampaknya tidak berpenghuni karena pintunya
terbuka dan tidak ada suara orang. Kami lalu masuk dan kami tidak menemukan
siapa-siapa di dalam. Mas Rio menyangka laki-laki itu telah membohonginya tapi
entah kenapa aku yakin Teh Lisma ada di tempat itu. Mataku terus mencari
keberadaan Teh Lisma. Ketika kami sudah merasa lelah mencari dan tidak
menemukan Teh Lisma, akhirnya Mas Rio dan Pak Polisi sepakat untuk menghentikan
pencarian. Mendengar itu, aku lalu berlari kebelakang gubug untuk memastikan
keberadaan Teh Lisma sekali lagi. Tanpa sengaja, kakiku menginjak sebuah papan
yang tertutup dedaunan. Aku merasa aneh sepertinya ada sesuatu di balik papan
tersebut lalu tergelitik untuk memeriksa papan tersebut. Setelah aku singkirkan
dedaunan yang ada di atasnya, aku temukan pada ujung papan tersebut seperti ada
sebuah pegangan untuk membuka papan itu. Aku lalu mengangkat pegangan tersebut
dan alangkah terkejutnya diriku melihat sesosok tubuh di dalam lubang yang
tertutup papan tadi. Hatiku berkecamuk, siapakah gerangan sesosok mayat di
hadapanku ini?????? Aku seperti mengenali sosok tersebut, dan aku berharap, itu
bukan Teh Lisma. kemudian aku beranikan diri untuk mendongakkan wajah mayat
tersebut dan aku syok begitu melihat wajah di hadapanku.....
Aku
terduduk lemas kemudian menjerit histeris begitu menyadari kalau mayat itu
adalah Teh Lisma. Mendengar jeritanku, Mas Ario dan polisi berlari ke arahku.
Mereka sama terkejutnya denganku. Polisi kemudian berusaha mengangkat mayat Teh
Lisma yag diperkirakan sudah berada di lubang tersebut selama kurang lebih tiga
hari dan mulai membusuk.
Wajahnya
tampak begitu menderita. Di bagian kepala tampak bekas hantaman benda tajam.
Kami lalu membawa jasad Teh Lisma untuk diotopsi. Setelah otopsi dilakukan,
pihak polisi menyerahkan jenazah kepada kami lalu kami menguburkannya.
Ketika kami ingin mengangkat jenazah,
terjadi keganjilan. Jasadnya tidak bisa diangkat. Setelah tiga kali gagal,
akhirnya Pak Kyai Fathullah meminta Mas Rio untuk membawa laki-laki itu. Mas
Rio bertambah sedih karena ia tahu akan sangat sulit membawa tersangka pembunuhan
adiknya. Tanpa disangka-sangka, dari kejauhan terdengar sirine polisi, ternyata
Muzadi, kekasih sekaligus pembunuh adiknya datang dengan dikawal beberapa
polisi. Ia ternyata datang untuk melihat
jenajah teh lisma untuk terakhir kali. Begitu melihat jasad Teh Lisma, laki-laki
itu menangis menyatakan penyesalan terdalmnya dan tanpa sadar mengakui telah
membunuh Teh Lisma karena dia kesal, Teh Lisma tidak bisa memberikan kemewahan
lagi untuk dirinya. Pak kyai lalu meminta laki-laki itu untuk mengangkat jasad
Teh Lisma. Subhanallah, jasad itu bisa diangkat dengan mudah. Laki-laki itu
lalu menurunkan jasad Teh Lisma dan ketika jasad Teh Lisma sudah diturunkan,
tiba-tiba keranda yang membawa jasad Teh Lisma terbang dan memukul kepala
laki-laki itu dengan keras. Semua itu terjadi sampai berkali-kali. Lalu
laki-laki itu terjatuh dan mati seketika. Melihat kejadian itu, kami
beristighfar memohon ampunan untuk Teh Lisma dan laki-laki itu. Akhirnya,
dengan do’a yang tulus dari orang yang hadir, dua jasad tadi dapat dimakamkan
setelah beberapa kali mengalami kesulitan.
Setelah
pemakaman Teh Lisma, aku berdo’a semoga dosa-dosa Teh Lisma diampuni dan
diberikan surga untuknya. Aku juga bersyukur telah dibukakan hatiku untuk
melihat bahwa setiap perbuatan pasti ada balasnya. Dan sungguh balasan Allah
itu benar-benar nyata.
Teh
Lisma, sungguh malangnya perjalanan hidupmu. Karena cinta, kau seperti itu.
Karena cinta, kau menjadi sengsara. Dan karena cinta, hidupmu penuh penyesalan.
►◄
Jumat, 27 April 2012
pidato perpisahan
21.02
No comments
Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
........................
Yang sama-sama kita hormati Kepala .....
Yang sama-sama kita hormati, pengurus yayasan ....
Yang sama-sama kita hormati, Bapak dan Ibu dewan guru serta
para karyawan yang namanya tak bisa saya sebutkan satu per satu, namun tak
mengurangi rasa takzim saya kepada beliau semua.
Yang sama-sama kita hormati pula, Bapak dan ibu wali
murid,
Sahabat-sahabat serta adik-adikku yang mudah-mudahan
dimuliakan Allah SWT.
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat illahi
robbi atas berkat rahmat dan karuniaNya, kita dapat berkumpul dalam acara
Perpisahan Kelas IX tahun ajaran 2011/2012.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada
junjungan kita nabi Muhammad SAW, kepada para sahabatnya, keluarganya, dan tak
lupa kepada kita selaku umatnya, yang insya Allah akan selalu taat pada
ajarannya.
Pada hari ini, saya mewakili teman-teman kelas IX
menyampaikan rangkaian kata perpisahan di hadapan hadirin/hadirat sekalian.
Bapak dan Ibu guru yang tercinta,
Teringat dalam benak kami, ketika dulu kami memasuki SMP ..., kami
diibaratkan sebuah gelas kosong, tak terisi air pengetahuan sedikitpun. Lalu bapak
dan ibu guru menuangkan air berbentuk ilmu pengetahuan dan pembelajaran hidup yang
bermakna kepada kami dengan penuh kesabaran,
penuh perhatian, penuh kasih sayang, dan tanpa pamrih. Semua itu dilakukan agar
gelas kami terisi penuh oleh ilmu pengetahuan
serta pembelajaran hidup yang bermakna dan agar kami juga mampu mencapai
apa yang kami cita-citakan serta dapat menghantarkan kami ke gerbang kesuksesan.
Kami bersyukur karena kami dapat bertemu dengan orang-orang hebat seperti bapak
dan ibu guru dan kami juga merasa bersyukur karena kami dapat menjadi bagian
cerita di SMP .... ini.
Terima kasih atas semua jasa bapak dan ibu guru. Tanpa itu semua, kami takkan
pandai seperti sekarang ini dan kami takkan mampu mencapai gerbang kesuksesan. Tak
ada kata yang dapat kami sampaikan selain ucapan terima kasih dan doa semoga
apa yang Bapak dan Ibu guru berikan, akan mendapatkan pahala yang setimpal dari
Allah SWT.
Tak lupa pula kami memohon maaf atas semua kesalahan baik kata atau perbuatan yang menyakiti hati Bapak dan
ibu guru sekalian. Dan kami juga minta maaf karena kami belum bisa menjadi apa yang
Bapak dan Ibu guru harapkan.
Untuk Sahabat-sahabatku yang tercinta, sekian lama kita merajut asa, banyak
suka dan duka, banyak hal yang sudah terjadi dan semua itu sebentar lagi hanya
akan menjadi kenangan indah bagi kita semua. Sahabat, waktu telah menghantarkan
kita pada satu titik pemahaman bahwa di dunia ini tak ada yang abadi. Kini saatnya kita harus berjalan sendiri, melangkah
mengikuti takdir yang telah tergariskan dalam ruang dan waktu yang berbeda, dan itu berarti
perpisahan akan terjadi. Namun, perpisahan ini bukanlah akhir dari
segala-galanya. Ini hanya sementara. kita berpisah hanya untuk mengejar mimpi
dan cita-cita. Kelak, ketika kita sukses nanti, kita pasti kan bertemu
kembali. Sahabat-sahabatku tercinta,
marilah kita terus menimba ilmu karena dengan terus belajar, kita akan menjadi pemilik masa depan dan marilah
kita sama-sama saling memaafkan. Jadikanlah semua hal yang terjadi di sini menjadi
sebuah cerita indah yang akan kita
kenang sepanjang masa.
Untuk adik-adikku, kami pasti akan sangat merindukan kalian. Kami sangat
bangga bisa memiliki adik-adik seperti kalian. Tetap semangat belajar dan
jangan lupa, hormatilah selalu bapak dan ibu guru kita karena tanpa beliau
semua, kita bukanlah siapa-siapa. Dan tak lupa, kami juga meminta maaf jika
selama ini kami sering bercanda berlebihan hingga membuat hati kalian tersakiti.
Jauh di lubuk hati kami, kami sangat sayang dengan kalian.
Bapak dan ibu guru serta adik-adikku yang tercinta
sekarang kami sudah sampai di pintu gerbang dan itu berarti sebentar lagi
kami akan melangkah menuju gerbang selanjutnya, kami yakin, dengan berbekal
gelas yang sudah terisi oleh ilmu
pengetahuan dan pembelajaran hidup yang bermakna yang telah bapak dan ibu guru berikan,
kami akan mampu bersaing dengan
anak-anak dari sekolah manapun dan kami akan mampu menjadi yang terbaik
dimanapun kami berada nanti.
Bapak dan ibu guru serta adik-adikku yang dirahmati
Allah, doakan kami semoga apa yang kami cita-citakan dapat terwujud. Kenanglah semua
hal indah yang sudah kita lalui bersama dan jadikanlah semua kenangan itu
menjadi rangkaian cerita indah yang akan
kita kenang selama-lamanya dan Jadikan perpisahan ini menjadi
perpisahan yang termanis dalam hidup kita sepanjang waktu.
Hadirin/hadirat sekalian yang dirahmati Allah..
Mungkin sampai di sini dulu sambutan dari saya, wakil
kelas IX, yang benar itu hanya milik Allah semata dan yang salah itu hanya
milik saya, manusia yang dho’if.
Aakhirul kalaaam, summassalaamu’alaikum, Wr.Wb.
PUISI UNTUKMU, IBU
20.53
No comments
Hari ini, Jumat, 27 April 2012, aku merasa sakit hati, kesal, benci, semua menjadi satu. Saat itu, aku sedang membicarakan rencanaku untuk pergi jalan-jalan dengan murid-muridku. Aku merasa berat kalau tidak ikut karena pertama, aku wali kelas, otomatis aku punya tanggung jawab dan kedua, teman-temanku begitu mengerti aku. Mereka menentukan hari dan tanggal disesuaikan apakah aku bisa atau tidak. Dan waktu itu aku menyatakan bisa pada tanggal 24-25 Juni 2012 karena saat itu, salah satu keponakanku menyanggupi untuk menjaga ibuku. Namun ternyata, setelah panjer sudah dibayar, keponakanku itu membatalkan. Aku kesal sekali. lalu tadi, aku mencoba untuk meminta tolong tapi belum selesai aku bicara, kakakkku, Hana, bilang “ Bahriah aja suruh nginep di rumah. Saat itu aku sempat melihat mukanya yang tampak jelas sekali kalau dia tidak mau dititipkan ibuku. Astaghfirullah... aku sedih benar-benar sedih. Aku lalu mengelus-elus pipi ibu dan tak terasa air mata membanjiri pipi dan ibukupun ikut menangis.
Ini adalah kejadian menyakitkan sekaligus menyedihkan untuk kesekian kalinya. Kemarin, ketika UN SMP berlangsung dan kebetulan aku menjadi panitia. Karena aku harus berangkat pagi untuk merapikan ruangan, akhirnya aku memutuskan untuk menitipkan ibuku di rumah kakakku, di sebelah rumahku. Sebelum berangkat, aku memberikan nasi uduk, baju ganti, dan pampers tapi saat itu, aku tidak mau menemui ibu karena beliau pasti akan menangis. Pukul 13.50, aku sampai di rumah karena ibuku di rumah sebelah, aku lalu membawa lauk ke rumah kakakku itu. Di sana, aku melihat ibuku sedang tidur di lantai, aku sedih sekali dan yang membuat aku makin sedih, ternyata, ibuku tidak dimasakin lauk. Kakakku tidur dan keponakanku terus melihat televisi. Aku lalu menyuruh keponakanku untuk menyuapi ibu karena bajuku sudah tidak nyaman, aku ingin mengganti baju dulu. Mendengar suaraku, ibuku jadi terbangun. Begitu melihat diriku, beliau langsung menangis dan meminta pulang. Akhirnya, aku memutuskan untuk membawanya pulang. Aku, kakakku, dan keponakanku memindahkan ibu ke rumahku. Dan di depan ibuku, kakakku menyuruh aku untuk tidak memindahkan ibu ke rumahnya lagi. dia bilang dia yang akan memandikan ibu pagi harinya. Dia lalu pulang dan ku lihat ibuku menangis lagi. ketika aku tanya tentang penyebab kesedihannya, beliau bilang bahwa beliau merasa dibuang, tidak diperhatikan. Aku lalu menangis, aku tahu ibu merasa seperti itu karena perlakuan kakakku.
Sejak penitipan itu, ibu tidak mau kutinggalkan lagi. bahkan ke kamar mandipun beliau mau ikut. Lucu plus sedih. Lucu karena waktu itu aku bilang, “Ibu, aku mau ke situ dulu ya,” beliau langsung menjawab sambil memegang tanganku dan menangis “Ikut.” “Aku tertawa dan aku bilang” Orang mau buang air, emang mau ikut juga kalau ke kamar mandi? Bau tau hehhe...” mendengar jawabanku ibuku pun ikut tertawa. Lalu aku mencium dirinya dan sambil menahan air mata, aku mengatakan bahwa aku tidak akan menitipkan atau meninggalkannya lagi. kami pun lalu berpelukan sambil menangis.
Aku sadar, ini adalah cobaan yang sangat berat untukku. Semua kakakku menyerahkan ibu kepadaku. Mereka tidak mau mengurus ibuku. Untuk bulanan pun, mereka tidak memberikan bantuan. Padahal mereka tahu, masukan terbesarku adalah di bimbel tapi karena ibuku meminta aku untuk berhenti, akhirnya dengan bismillah, aku memutuskan untuk berhenti. Aku tahu, keuanganku pasti morat-marit jika tidak di bimbel namun aku juga tidak mau egois. Aku tidak mungkin meninggalkan ibuku setiap hari dari pagi sampai malam karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditinggal. Sebelum keluar dari tempat bimbel, aku sudah mencoba mencari pembantu tapi ternyata pembantuku itu tidak amanah, dia tidak menjaga ibuku dengan baik. lalu aku meminta tolong ojekku untuk menjaga ibu dan ternyata, sama. Semua kakakku pun seperti itu, mereka hanya bisa mengeritik, ngeritik, dan ngeritik. Aku benci bahkan muak dengan ulah mereka. kadang aku berpikir, kenapa si Allah tidak menegur mereka? kenapa si orang-orang seperti mereka yang sudah menelantarkan ibu hidupnya masih terus bergelimangan harta, pekerjaannya makin keren, rezekinya makin lancar? Kadang kalau aku berpikir begitu, hatiku semakin panas tapi kalau sudah panas, aku mencoba untuk berpikir positif agar hatiku tidak makin panas.
Ku tidak tahu sama sekali seperti apa perasaan semua kakakku yang perempuan. Mereka pernah mengetahui, ibuku menangis karena meminta jus. Ya..walaupun Cuma jus tapi karena uangku hanya cukup untuk membeli pampers, pampers, dan pampers. Maaf, ya, Bu. sejujurnya, aku ingin sekali mengabulkan semua apa yang engkau mau namun saat ini, aku belum bisa. Saat ini aku sedang berusaha keras untuk menjadi orang sukses, doakan aku ya, Bu agar aku mendapat suami yang banyak uang, kaya, baik, penyayang, pelindung kita berdua, dan punya segala-galanya karena kalau itu terwujud, aku akan berhenti mengajar, aku akan memfokuskan diri untuk berbakti kepada suami dan engkau pastinya. Ibu, aku sangat, sangat, sangat sayang padamu. Tetaplah tersenyum karena senyummu dapat menenangkan hatiku dan juga dapat menguatkan aku di saat paling sulit sekalipun.
Ibu, aku tahu Engkau pasti sedih karena Engkau pasti tidak menyangka akan mengalami hidup seperti ini. Di saat orang sedang menikmati keindahan masa-masa tuanya, di saat itu, Engkau malah merasakan kebalikannya. Engkau jangan sedih karena aku di sini selalu menemanimu, ku takkan meninggalkanmu, kita akan selalu bersama mengukir kisah bahagia. Ibu, terima kasih ya karena Engkau telah memilih aku untuk menjaga hari tuamu. Walau sekarang, kita hidup sederhana, hanya bermodalkan gaji kecil, namun, kita harus yakin bahwa Allah takkan membiarkan kita dalam kemiskinan, kesengsaraan, dan Allah pasti akan mencukupi apa yang kita butuhkan. Ibu. Jadikanlah semua ini sebagai jembatan untuk menuju kepada kebahagiaan. Jangan kita jadikan semua ini sebagai musibah. Marilah kita mencoba tuk ikhlas menghadapi semua ini.
Ya Allah, hamba tahu Engkau pasti punya maksud yang baik di balik semua ini. Tolong jangan Engkau biarkan hamba menjadi manusia durhaka, bantulah hamba menata emosi hamba, bantulah hamba tuk menggapai apa yang hamba inginkan, dan hamba mohon izinkanah ibu hamba tuk melihat pernikahan hamba dan dapat merasakan kebahagiaaan di masa-masa tuanya tapi jika Engkau mengambil ibu hamba sebelum itu terjadi, hamba ingin ibu hamba pergi dalam keadaan husnul khotimah, mendapat syafaat, dan pergi dengan senyuman dan di pangkuan hamba. Amiin
Ibu, malam ini aku ingin menulis sebuah puisi untukmu
Ibu, malam semakin larut namun kita berdua tak jua memejamkan mata
Rasanya malam ini, kita begitu berat tuk memejamkan mata
engkau mengatakan agar aku tidak memejamkan mata
Aku tertawa saja dan terus saja mengelus-elus wajahmu
Sambil menatap dan memegang tanganku begitu kencang
Engkau mengatakan kalau aku dan engkau tertidur, engkau takut kalau tidur kita akan berkepanjangan
Entah apa maksud engkau namun tiba-tiba kesedihan menyeruak di dalam hati
Aku tak tahu, sungguh
Saat itu kami terus bercanda dan bercanda
Ibu aku bahagia sekali melihat keceriaanmu
Engkau adalah penguat dalam hidupku
Aku tak tahu apa yang akan terjadi
Di masa-masa sulit ini kau tak mendampingiku
Terima kasih ibu karena kau begitu sayang padaku
Maafkan aku , Bu atas semua kata dan perbuatan yang melukai hatimu
Sekali, dua kali, bahkan berulang-ulang
Dan pintu maafmu pun berulang-ulang engkau berikan
Ibu, terima kasih tuk semua itu
Sebagai wujud cintaku padamu
Ku kan berusaha keras tuk membahagiakanmu
Ibu, semoga kau bahagia hidup bersamaku
Ibu, aku sangat sayang padamu
Selasa, 17 April 2012
JODOH
10.33
No comments
Kalau membicarakan masalah jodoh, tentu itu sangat berkaitan dengan perasaan. Setiap orang pasti ingin mendapatkan jodoh. Allah menjanjikan kepada umatNya bahwa jodoh itu akan datang di saat yang tepat. Kapan saat itu tiba? Wallahu a’lam
Masalah jodoh adalah urusan Allah dan jodoh itu bisa datang tiba-tiba. Banyak orang yang belum menemukan jodohnya berusaha mencari bahkan banyak pula yang menggunakan jasa orang pintar, astaghfirullah. Ada yang rela dimandikan dengan kembang tujuh rupa, ada pula yang percaya bahwa penyebab belum datangnya jodoh karena ada guna-guna dari orang lain, na’udzubillahi min dzalik.
Sungguh itu semua adalah perbuatan dosa. mereka tidak sadar, kalau mereka sedang diperbudak oleh setan. Andai saja, orang-orang yang belum menemukan jodoh dapat berpikir rasional dan percaya bahwa Allah pasti akan memberikan jodoh terbaiknya kepada kita. Kita hanya perlu menyakinkan diri kita agar kita tidak salah dalam melangkah. Sekuat apapun usaha kita mendapatkan jodoh, kalau menurut Allah, kita belum siap, maka Allah tidak akan mendatangkan jodoh untuk kita. Jodoh ditentukan oleh keadaan kita pada saat itu. Allah lah yang MahaTahu apakah kita sudah siap atau belum. Apakah sekarang atau esok. Apakah yang ini atau yang itu.
Banyak orang yang bertemu jodohnya tanpa diduga-duga. Ada yang bertemu di FB, di angkot, di tempat perkawinan, dan ada pula yang dikenalkan oleh seseorang. Itulah jodoh, bisa datang kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun. Jangan kita menunggu datangnya jodoh, YAKINLAH jodoh kita akan datang di saat yang tepat dan semua itu hanya Allah yang tahu. Janganlah kita memaksa Allah agar menyegerakan jodoh kita karena hanya Allah yang tahu kapan, dimana, dan dengan siapa kita berjodoh. Sekarang ini kita hanya bisa berdoa dan mengisi hari-hari kita dengan hal-hal positif, sibukkan diri kita dengan sesuatu yang dapat membawa kita pada sebuah KESUKSESAN.
Minggu, 01 April 2012
IKHLAS
18.40
No comments
Kehidupan ini memang tak selamanya indah. Banyak harapan-harapan yang tak terwujud bahkan kadang kita kadang mendapatkan apa yang tidak kita harapkan. ketika harapan itu terwujud bahagia kita rasa. Namun, ketika harapan itu tak terwujud, rasa kesal, sebal, dan benci menjadi satu.
itu semua terjadi karena diri kita sendiri. seharusnya dalam menjalani hidup, kita harus memperbanyak mempersiapkan diri kita untuk sebuah kegagalan. memang tak ada satu pun orang yang mau gagal tapi itulah hidup. Tidak semua apa yang kita usahan, kita harapkan, kita minta itu terwujud. Kalau kita sudah mempersiapkan sebuah kegagalan, ketika kegagalan itu menghampiri, kita tentu tak akan terlalu kecewa dan bersedih. kegagalan itu dipersiapkan setelah kita berusaha dengan gigih, shalat, berdoa, setelah itu barulah tawakkal. Tawakkal artinya berserah diri menerima keputusan dariNya. hanya diriNya lah yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita.kalau kita sudah tawkkal, hasil baik atau buruk akan kita terima.
Memang untuk melakukan itu tidak mudah, butuh kebesaran hati, kebesaran jiwa. Awalnya memang sangat sulit namun jika kita berusaha pasti kita akan bisa. Jika kita sudah bisa melakukan itu, maka IKHLAS akan terpatri dalam diri kita. Dan jika IKHLAS itu sudah kita miliki, ketenangan batin pun akan menyertai.
Sabtu, 12 November 2011
UNGKAPAN
00.45
No comments
hidup itu adalah sebuah misteri. kita tak kan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita nanti. saat ini mungkin kita sedang menikmati indahnya hidup tapi esok, belum tentu. banyak hal yang tak bisa kita perkirakan. hanya Allah yang tahu karena Ia adalah penentu jalan hidup manusia. lalu apa yang harus kita lakukan?
kalau menurut saya, jalani semua yang terjadi pada diri kita. kita juga harus ingat ketika kita sedang senang, jangan lupa menghibur orang-orang yang sedih. ketika kita sedang berlimpah dengan kekayaan, jangan lupa, di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan. dan syukuri apa yang sudah kita dapatkan.
kalau menurut kalian, bagaimana?
Senin, 19 September 2011
artikel tentang hidup
23.33
No comments
HIDUP ADALAH PILIHAN.....
di setiap pilihan itu hadir sebuah risiko. tak ada pilihan yang tak berisiko. persiapkan diri kita untuk selalu kuat mengatasi hidup yan sudah kita pilih. karena risiko yang kan kita jumpai tak selamanya indah. banyak orang memilih dengan tepat dan banyak pula yang salah dalam memilih. dalam membuat pilihan, tidak cukup hanya satu hari atau dua hari. pilihan hidup harus benar-benar dipikirkan agar tidak salah dalam memilih. perbanyak shalat dan membaca al-Quran. yakinlah dengan selalu meminta petunjuk kepada Allah, pilihan kita tidak meleset. Allah kan memberikan pilihan yang paling tepat. apa yang sudah Allah pilihkan, itu adalah yang terbaik untuk kita.
salah satu pilihan hidup yang Allah berikan adalah ujian. kasih sayang Allah dapat dilihat dari seberapa besar ujian yang Allah berikan kepada kita. semakin besar ujian itu, semakin besar pula kasih sayang Allah kepada kita. jangan pernah kita merasa ujian itu adalah wujud kebencian Allah kepada kita karena jika kita ikhlas menjalani, insya Allah pahala kan kita dapatkan.
sebesar apapun ujian itu, yakinlah semua itu kan mampu kita hadapi karena Allah mengatakan bahwa Allah tidak akan membebani makhluknya melebihi batas kemampuannya. jika kita ikhlas, insya Allah beban yang kita rasa berat itu akan semakin berkurang...berkurang...dan berkurang...^_^
23.09
No comments
hembusan angin maha dahsyat
memporakporandakan hati ini
hati yang selalu diam ketika tersakiti
hati yang selalu berusaha untuk ikhlas
hati yang kini tak dapat terkendali
kawan
salahkah diri ini
ketika amarah tak dapat terbendung lagi?
salahkah diri ini
ketika hujan tangis kembali hadir?
salahkah diri ini ketika caci maki kembali terdengar?
kawan
tak bisakah diriku mendapatkan semua apa yang ku harapkan?
salahkah diriku jika ku ingin bahagia itu?
ku hanya manusia biasa
ku tak mampu selalu mengalah
ku tak mampu selalu menekan emosi di hati
ku tak mampu menutupi menyimpan amarahdi hati
kawan
maafkan diri ini
jika ku tak mampu menjadi sahabat yang engkau harapkan
sebelum kau pergi menjauh
dengarkan satu pintaku
tolonglah mengerti perasaanku
yang selalu tersakiti
jujur....
ku tak ingin kau menjauh dariku
ku ingin kau tetap menjadi sahabatku
yang kan selalu hadir menemaniku
kini....
ku tak peduli lagi dengan derita yang ku rasa
ku tak peduli lagi dengan segala hal yang melukai hati
ku hanya ingin kau hadir di hidupku
menghiasi hari-hariku
kawan
dengarkanlah permintaan terakhirku ini...:(
Sabtu, 04 Juni 2011
pusing
01.18
No comments
alamaaaaaaaaaaaaaaak, malam ini benar-benar menjadi malam yang membetekan. bayangkan, di saat semua orang sedang bermimpi indah, mataku ini tak jua terpejam. mikirin apa coba? aku juga tidak tahu.
yang jelas, mata ini sudah membuatku kacau balau, padahal besok harus berangkat pagi, gimana ini? pusiiiiiiing...
yang jelas, mata ini sudah membuatku kacau balau, padahal besok harus berangkat pagi, gimana ini? pusiiiiiiing...
Minggu, 24 April 2011
Minggu, 27 Maret 2011
cinta yang salah
02.23
1 comment
Melani adalah seorang penjaga toko buku di salah satu pusat perbelanjaan. Usianya sekitar 29 tahun. Wajahnya imut seperti anak yang berusia 18-an. Senyumnya selalu mematikan hati lelaki yang melihatnya (alamaak, hatinya kejam sekale ya...bisa mematikan, ular kalee..^_^).
Suatu hari, ketika dia sedang merapikan salah satu rak, tiba-tiba terdengar suara orang memanggil "mbak, " dia lalu menengok ke arah tersebut dan aduhaaaaai, ternyata di depannya ada cowok sekitar 17-an, sedang tersenyum kepadanya. Gubrak..hatinya langsung jatuh ketika cowok itu memberikan senyum terindahnya. manieeez boo.. Dia pun langsung memberikan jurus mematikannya itu dan berhasiiiiil. Cowok itu langsung jatuh cinta padanya.
Dua hari setelah pertemuan itu, cowok itu datang kembali menemui Melani. Ternyata dia ingin meminta no hp dan berkenalan lebih jauh. karena sudah suka, akhirnya Melani menerima tawaran cowok itu untuk jadian dengannya. Sejak saat itu, mereka resmi menjadi sepasang kekasih. hampir setiap hari, cowok itu menjemput Melani bekerja.
Tampaknya cowok tersebut, hatinya sudah tidak terpisahkan dari Melani. Dia sering marah-marah tidak jelas (maklum brondong kali, ya?). Melani, selalu mencoba untuk sabar menghadapinya karena dia sadar itulah risiko ynag harus dia tanggung.
Pada suatu hari, cowok itu mengajak Melani jalan-jalan karena dia tidak mau masuk sekolah. katanya lagi ngga jelas semua gurunya (ckckck...kurcaci banget ni murid). Hari itu kebetulan, ada salah satu sekolah tempat Melani melamar bekerja, memanggil dirinya. Akhirnya, Melani memutuskan untuk menolak ajakan cowoknya dan lebih memilih ke sekolah tersebut.
Pukul 10 tepat, Melani sudah sampai di sekolah tersebut. Lalu dia menemui kepala sekolahnya. dan setelah 20 menit berbincang-bincang, Melani diajak kepala sekolah ke salah satu kelas. Katanya si disuruh langsung mengajar karena guru yang lama keluar secara tiba-tiba. Saat itu Melani diperintahkan untuk mengajar matematika. Kebetulan kuliahnya memang jurusan tersebut. Ketika sudah sampai di depan pintu, kepala sekolah mengucapkan salam dan sekilas Melani melihat ada tulisan 12D. Hatinya deg-degan maklum baru kali ini mengajar. Kepala sekolah lalu memperkenalkan Melani kepada murid-murid dan sambil tersenyum, Melani memperkenalkan dirinya. dan seperti biasa, hampir semua murid cowok jatuh hatinya. Ketika semua cowok di kelas itu sedang terbuai dengan senyum manis Melani, tiba-tiba pandangan Melani terarah ke bangku paling belakang dan di pojok pula. di sana ada seorang anak laki-laki sedang tertidur sambil meletakkan kepalanya di meja.
Jantungnya seperti mau putus karena dia sepertinya mengenali cowok yang wajahnya sedang tertutupi oleh tangan itu. Ketika dia mau bicara, tiba-tiba kepala sekolah meminta izin untuk kembali ke kantor dan mempersilakan Melani memulai pelajaran.
Melani benar-benar tidak konsentrasi. Matanya terus memperhatikan anak laki-laki yang tertidur itu. Karena dia terus memandang ke belakang, tiba-tiba salah satu siswa berteriak membangunkan siswa tersebut sambil memanggil nama "Hadi."
Ketika mendengar nama itu, hatinya seperti mau copot karena itu adalah nama kekasihnya. Dia baru ingat, kalau cowoknya itu sekolah di sini. Ketika rasa terkejutnya belum hilang, tiba-tiba anak laki-laki itu bangun dan...ternyata, dia memang cowoknynya. Ow, TIDAAAAK...
Satu jam sudah berjalan, namun, dia masih seperti orang tolol karena Hadi terus memandanginya tanpa henti. Entah apa yang ada di fikirannya...tak tau...
Setelah beberapa jam di sekolah (rasanya seabad lamanya), tiba-tiba terdengar bel pulang. Karena ini hari pertama mengajar, Melani memanfaatkan waktu sebentar untuk berbincang-bincang dengan WAKASEK. Mereka berbincang-bincang selama satu jam lebih. Setelah itu, Melani meminta izin untuk pulang terlebih dahulu. Ketika dia sudah keluar dari gerbang sekolah, tiba-tiba ada tangan yang menariknya.Dan ternyata, itu adalah tangan Hadi. Hadi lalu mengajak Melani ke sebuah tempat sunyi.
Melani tahu apa yang mau Hadi bicarakan. Sebelum dia memulai pembicaraan, Melani langsung berbicara. Intinya, Melani meminta maaf karena dia sudah tidak bisa melanjutkan hubungannya karena dia sekarang sudah menjadi gurunya. dan dia juga mengingatkan bahwa cinta yang mereka jalani itu salah dan harus secepatnya dihentikan. Hadi lalu menangis dan tiba-tiba dia memeluk erat Melani. Rasanya dia tak sanggup untuk berpisah dengan Melani. Melani pun ikut menangis dan dia pun sebenarnya tidak mau berpisah dengan Hadi. Namun, setelah dia beralih profesi, dia baru menyadari atas kekeliruannya. Mereka terus menangis lalu Hadi mengambil tangan Melani dan menciumnya sambil mengatakan bahwa sampai mati, dia akan tetap mencintainya. Mendengar itu, Melani semakin terisak-isak. Mereka terus melewati perpisahan itu dengan jalan-jalan ke beberapa tempat sampai pukul 22.00.
Esoknya, Melani dan Hadi bertemu kembali di sekolah. Kebetulan jam kedua, Melani mengajar di kelas Hadi. Sebelum masuk ke kelas Hadi, dia mearik nafas dalam-dalam dan sambil membaca doa semoga dai dan Hadi dapat menutupi perasaan masing-masing. Setelah bisa menguasai emosi, Melani masuk ke kelas. dan dia melihat Hadi duduk di belakang sambil memandang dirinya. Matanya sembab sepertinya dia habis menangis. Dalam hati Melani berdoa "Ya, Allah, kuatkanlah hamba dan Hadi. mudahkanlah kami untuk melupakan semuanya." Lalu Melani memulai mengajar. Ketika dia sedang menjawab pertanyaan salah satu siswa, tiba-tiba lampu yang tepat di atas kepalanya jatuh dan "prang" "gubrak" dia terjatuh di dekat meja. Kepalanya agak pusing karena membentur meja. sanyup-sanyup terdengar anak-anak berteriak memanggil Hadi. Melani lalu menoleh ke belakang dan "astaghfirullah" Hadi sudah tergeletak sambil memandang dirinya, dia tersenyum ketika aku melihatnya. Aku lalu memeluk dirinya dan berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Melani begitu panik ketika melihat banyak pecahan kaca di kepala dan wajah Hadi. darah segar mengalir deras dari kepala Hadi. Mereka lalu membawa Hadi ke rumah sakit. Melani meletakkan kepala Hadi di pangkuannya. Dia terus menangis sambil berdoa semoga Hadi bisa selamat. Darah terus mengucur dari Kepala Hadi. Dan ketika mobil yang membawa mereka sudah sampai di depan rumah sakit, tiba-tiba tangan hadi memegang tangan dan wajah Melani. Sambil tersenyum, dia mencoba mengatakan sesuatu namun tak terdengar jelas. Melani terus membacakan yasin dan tiba-tiba Hadi mengucapkan syahadat dengan terbata-bata. Setelah itu, tangannya melemas dan jatuh di pangkuan Melani. Melani menjerit dan tidak sadarkan diri.
Setelah Hadi dimakamkan, ibunya Hadi memberikan sebuah bungkusan besar yang memang sudah disiapkan untuk Melani. Sesampainya di rumah, Melani membuka bungkusan tersebut dan ternyata isinya adalah sepuluh buku diary tebal yang isinya semua tentang dirinya. Melani baru menyadari jika cinta Hadi takkan pernah terbagi karena dia benar-benar mencintainya dan itu terbukti dari pengorbanan nyawa yang ia berikan. Melani lalu mengambil wudhu dan melakukan shalat malam setelah itu dia berdoa. selesai shalat, Melani menulis sesuatu yang terakhir untuk Hadi "kasih, utaian kata yang selalu terukir dari bibirmu kan selalu tersimpan di hati, berbagai hari indah kan menjadi kenagan yang sangat berarti untukku. rasanya, aku kan merindukan manjamu, senyummu, pandangan matamu, dan kekuatan cintamu padaku. Kasih, terima kasih atas hari-hari indah yang selalu Kau berikan untukku. Kini, Kau telah pergi, jauh dariku. Membawa kenangan indah yang selalu tersimpan di hatimu. walau berat, namun, ku kan coba melupakan dirimu. semua itu ku lakukan karena ku begitu sayang padamu. Ku tak mau Kau bersedih bila ku tak rela melepaskanmu. Kasih, walau kita tak kan bertemu lagi, ,namun namamu dan kenangan indah kita kan selalu tersimpan di hati. Kasih, semoga Kau bahagia di sana dan doakan aku semoga aku bisa menjalani hari-hariku tanpamu di sisi. Kasih, aku sangat mncintaimu tuk selamanya."
Kamis, 24 Maret 2011
DIRIKU DAN DIRIMU BERKATA
23.49
No comments
Ku begitu sayang padamu
oleh Neneng Huwaidah pada 16 Februari 2011 jam 19:12
Ah, hari ini, hatiku tersakiti kembali.
kata2mu begitu tajam menusuk hati.
apakah kau tahu itu?
Rasanya kau tak pernah pedulikan itu.
kau hanya ingin dimengerti
namun, tak mau mengerti
begitu tingginya egomu
hingga tak mampu merasakan sedikit pun perih yang kurasa
adikku sayang,
ku slalu coba tuk mengerti dirimu
karena ku begitu sayang padamu.
namun, kini ku sadar,
apa yg ku lakukan itu tidak baik u mu
kini, ku kan coba mengingatkanmu ketika kau terlupa
walau kau tak suka, tapi itu harus ku lakukan karena ku benar2 sayang padamu. Ku tak ingin penyesalan datang menghampirimu.
Maafkn aku, smoga kau dapat memahami semua ini..
kata2mu begitu tajam menusuk hati.
apakah kau tahu itu?
Rasanya kau tak pernah pedulikan itu.
kau hanya ingin dimengerti
namun, tak mau mengerti
begitu tingginya egomu
hingga tak mampu merasakan sedikit pun perih yang kurasa
adikku sayang,
ku slalu coba tuk mengerti dirimu
karena ku begitu sayang padamu.
namun, kini ku sadar,
apa yg ku lakukan itu tidak baik u mu
kini, ku kan coba mengingatkanmu ketika kau terlupa
walau kau tak suka, tapi itu harus ku lakukan karena ku benar2 sayang padamu. Ku tak ingin penyesalan datang menghampirimu.
Maafkn aku, smoga kau dapat memahami semua ini..
Kehidupan
oleh Neneng Huwaidah pada 26 November 2010 jam 17:58
Hidup ini memang sungguh menyakitkan. Tak ada lagi rasa cinta terhadap sesama. Tak ada lagi tawa canda yg terukir. Tak ada lagi kejujuran. Kini yg ada hanya pengkhianatan, kebencian, gila harta, gila pujian. Aku muak dg smua itu. Di mana kehidupan yg dulu selalu dihiasi kasih sayang? Mengapa tawa canda itu tak terdengar lagi? Kemana kejujuran yg slama ini tertanam? Akankah kehidupan ini akan terus diliputi awan hitam? ...
Terperangkap cinta
oleh Neneng Huwaidah pada 24 Oktober 2010 jam 21:35
Ketika ku berjumpa dirinya
hati ini terasa bergetar
senyum manis yg tersimpul di wajahnya
membuatku selalu terbayang2
adakah ini yg dinamakan cinta? Atau hanya suka belaka?
Ah, andai saja dunia bisa menjawabnya
tentu ku tak akan terperangkap dalam rasa yg tak menentu ini
hati ini terasa bergetar
senyum manis yg tersimpul di wajahnya
membuatku selalu terbayang2
adakah ini yg dinamakan cinta? Atau hanya suka belaka?
Ah, andai saja dunia bisa menjawabnya
tentu ku tak akan terperangkap dalam rasa yg tak menentu ini
Aku di sini untukmu
oleh Neneng Huwaidah pada 14 Oktober 2010 jam 22:33
Diamlah
ada aku di sini
yang akan selalu menemanimu dalam suka maupun duka
hapuslah air mata itu
karena ku tak sanggup melihatnya
usah kau fikirkn mereka
karena ada aku di sini
mari kita isi hari2 ini dengan senyuman
hilangkan semua duka nestapa
hapus semua kebencian
tetaplah semangat
jangn perdulikan mereka
karena aku di sini untukmu
ada aku di sini
yang akan selalu menemanimu dalam suka maupun duka
hapuslah air mata itu
karena ku tak sanggup melihatnya
usah kau fikirkn mereka
karena ada aku di sini
mari kita isi hari2 ini dengan senyuman
hilangkan semua duka nestapa
hapus semua kebencian
tetaplah semangat
jangn perdulikan mereka
karena aku di sini untukmu
Maafkan aku
oleh Neneng Huwaidah pada 13 Oktober 2010 jam 20:00
Siapa dirimu?
ku tak tahu
ku hanya tahu
kau selalu hadir di saat ku terluka
di saat ku menangis
dan di saat kubutuh seseorang
hari ini baru kurasa
kau sangat berarti untukku
tapi semua itu tak ada guna lagi
kini kau telah memiliki seseorang
maafkan aku
karena ku terlambat
mengartikan cintamu
dan sekarang
ku ingin kau tahu
jika hati ini hanya untukmu selamanya
ku tak tahu
ku hanya tahu
kau selalu hadir di saat ku terluka
di saat ku menangis
dan di saat kubutuh seseorang
hari ini baru kurasa
kau sangat berarti untukku
tapi semua itu tak ada guna lagi
kini kau telah memiliki seseorang
maafkan aku
karena ku terlambat
mengartikan cintamu
dan sekarang
ku ingin kau tahu
jika hati ini hanya untukmu selamanya
aku hanya manusia biasa
oleh Neneng Huwaidah pada 04 Oktober 2010 jam 11:00
entah sampai kapan perjalanan ini berakhir
semua semakin menyesakkan hati
tak ada tangis ...
tak ada tawa ...
hanya amarah yang semakin tak terbendung
rasanya diri ini tak kuasa menahan gelombang amarah yang semakin memuncak
aku hanya manusia biasa
yang tak selamanya mampu menahan diri
aku tak ingin apapun
aku hanya ingin dimengerti
bisakah kau memberikan itu padaku?
rasanya semua itu tak mungkin
karena kau begitu asyik dengan permainan egomu
tak pernah sedetik pun kau perdulikan perasaan ini
Kamu bilang aku egois
masa si?
Kamu bilang aku pintar
oww..itu benar sekali
kamu bilang aku bodoh
hem..kamu pikun y?
Kamu bilang aku yg salah
eitch.. Jangan menuduh sembarangan!
Kamu bilang...bla...bla...bla...
Ah, itu terserah kau
kalau aku sih SANTAI AJA KALEEE
biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu hehe...
semua semakin menyesakkan hati
tak ada tangis ...
tak ada tawa ...
hanya amarah yang semakin tak terbendung
rasanya diri ini tak kuasa menahan gelombang amarah yang semakin memuncak
aku hanya manusia biasa
yang tak selamanya mampu menahan diri
aku tak ingin apapun
aku hanya ingin dimengerti
bisakah kau memberikan itu padaku?
rasanya semua itu tak mungkin
karena kau begitu asyik dengan permainan egomu
tak pernah sedetik pun kau perdulikan perasaan ini
SANTAI AJA KALEE
oleh Neneng Huwaidah pada 17 Mei 2010 jam 19:35
masa si?
Kamu bilang aku pintar
oww..itu benar sekali
kamu bilang aku bodoh
hem..kamu pikun y?
Kamu bilang aku yg salah
eitch.. Jangan menuduh sembarangan!
Kamu bilang...bla...bla...bla...
Ah, itu terserah kau
kalau aku sih SANTAI AJA KALEEE
biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu hehe...
Langganan:
Postingan (Atom)











