inilah aku

inilah aku
garut

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 September 2012

EKSTROVERT DAN INTROVERT


    Ada 2 jenis kepribadian temperamen manusia, yaitu Ekstrovert dan Introvert.

   Jung mengatakan (dalam Hall dan Lindzey, 1978 : 125) bahwa ekstrovert adalah kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh dunia objektif, orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, serta tindakannya lebih banyak ditentukan oleh lingkungan. Sedangkan introvert adalah kepribadian yang lebih dipengaruhi oleh dunia subjektif, orientasinya tertuju ke dalam.

  Sementara introvert Menurut Eysenck, adalah satu ujung dari dimensi kepribadian introversi - ekstroversi dengan karakteristik watak yang tenang, pendiam, suka menyendiri, suka termenung, dan menghindari resiko (Pervin, 1993 : 302).

kedua kepribadian tersebut dapat dilihat dari sudut perkembangan moral dan rohani, akademis, pilihan pekerjaan, dll.

1. Perkembangan Moral dan Rohani:
A. Kaum Ekstrovert
©      Temperamen yang introvert (melankoli dan plegmatik lebih mudah diajar daripada yang ekstrovert (sanguin dan kolerik).
©      Bukan berarti mereka adalah kaum pemberontak, karena untuk diajar, perlu waktu dan kesabaran sebab mereka mudah kehilangan perhatian.
©      Jika anak-anak ini dibiarkan bertumbuh begitu saja, maka perhatiannya terhadap hukum dan peraturan (Allah dan manusia) akan berkurang.  Umumnya kaum kriminal dan pelanggar hukum adalah golongan ekstrovert yang ekstrim.
B. Kaum Introvert
©      Lebih mudah diatur dan dididik.
©      Lebih penurut dan kata hatinya mudah terganggu.
©      Biasanya mereka hadir acara-acara bersifat rohani.
©      Masalah mereka yang besar adalah problema rasa bersalah. Kebutuhan mereka yang terbesar adalah keyakinan bahwa  dosa-dosa mereka telah diampuni.
©      Tidak boleh memperlakukan mereka dengan keras karena mudah bagi mereka untuk mengetahui peraturan yang harus ditaati.

2. Hasil Akademis.
A.  Kaum Ekstrovert
©      Kurang begitu menonjol disekolah.  Nilai angka mereka biasanya sedang-sedang saja.
©      Kurang dapat mendisiplin diri sendiri.
©      Memperoleh stimulasi yang kuat melalui tegoran atau disiplin.
B.  Kaum Introvert
©      Biasanya lebih mudah menangkap pelajaran dan grade mereka agak tinggi.  Namun ada juga pengaruh faktor lainnya, seperti inteligensia dan motivasi.
©      Lebih mendisiplin diri untuk belajar dengan baik.
©      kaum introvert memperoleh motivasi yang kuat melalui pujian.
  
3. Pilihan Pekerjaan.
A. Kaum Ekstrovert
©      Biasanya melakukan pekerjaan lebih baik jika ada hubungannya dengan orang lain.
©      Contoh pekerjaan mereka adalah salesman/saleslady, humas, pertunjukan seni dan musik, dan seringkali politik.
©      Ada dua jenis ekstrovert: Pertama, sangat sosial, bersahabat, dan suka jalan-jalan; sedangkan yang kedua, lebih kasar, suka murung, dan berlaku tidak sopan. Sangat sosial, bersahabat dan suka jalan-jalan
B. Kaum Introvert
©      Bekerja lebih baik dalam pelajaran di sekolah.
©      Lebih suka melakukan tugas yang detail, mempunyai kesanggupan untuk berkonsentrasi, dan bekerja dengan  benda-benda daripada dengan orang.
©      Biasanya mereka menjadi ahli akutansi, peneliti, pelukis atau seniman, tehnisi, dan lain-lain.

4. Popularitas
©      Ekstrovert lebih populer di sekolah dan biasanya mereka dipilih sebagai para pemimpin.
©      Ekstrovert lebih mudah mengadakan hubungan dengan lawan jenis sebab mereka pintar berbicara.
©      Lebih mudah menjalin hubungan dengan orang yang tidak dikenal karena sikapnya periang, suka senyum, dan berbicara.
©      Introvert cenderung untuk menyendiri di kamar atau hanya mempunyai satu atau dua kawan saja.

5. Kesanggupan untuk Berkonsentrasi.
A.  Kaum Ekstrovert
©      Ekstrovert kurang dapat berkonsentrasi karena mereka mudah terganggu.
©      Ekstrovert cenderung untuk mengalami kecelakaan, seperti kecelakaan mobil.
©      Ekstrovert kurang begitu kuatir karena masa berkonsentrasi agak singkat.
B. Kaum Introvert:
©      Daya konsentrasi mereka lebih tinggi dan lebih lama.
©      Introvert kurang sanggup menjalani ujian tulisan yang panjang-panjang karena daya konsentrasi mereka sangat pendek.
©      Lekas bosan dengan bacaan yang panjang-panjang.

6. Daya Ingat
©      Daya ingat ekstrovert cukup pendek, sementara kaum  introvert lebih lama.
©      Jika seorang dosen memberi ujian sehabis bahan kuliah diajarkan, maka kaum ekstrovert akan mempunyai hasil yang lebih baik daripada introvert.
©      Karena daya ingat introvert lebih kuat, maka merek lebih mudah diajar karena mereka akan ingat itu untuk jangka waktu yang lama berbagai pelajaran.
www.depan.org

Selasa, 11 September 2012

Feterfan - Menghapus Bedakmu @The Hits Trans TV)

Sabtu, 08 September 2012

FARHAN DAN MUCHSIN MATI SYAHID? wallahu a'lam

Jumat, 07 September 2012

puisi tentang janji

Janji hanyalah janji
janji yang mudah terucap
namun sulit tuk dilakukan
karena janji ..
banyak orang kesal bahkan tersakiti
karena janji ..
banyak pula orang yang bahagia
janji memang hal yang biasa
namun jika tak dilaksanakan
akan berdampak luar biasa
janji oh janji
andai semua orang bisa menepati janjinya
tentu kebahagiaan kan menjelang

Jangan mengaku menjadi orang tua teladan sebelum membaca artikel ini




Apakah Anda adalah orang tua yang teladan ? Maka jawaban Anda, pasti tentu saja saya orang tua teladan bagi anak saya. Mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mungkin mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari terjadi dalam mendidik anak Anda :

1. Kurang Pengawasan
Menurut Professor Robert Billingham, Human Development and Family Studies – Universitas Indiana, “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu adalah tragedi yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Nah sekarang tahu kan, bagaimana menyiasatinya, misalnya bila anak Anda berada di penitipan atau sekolah, usahakan mengunjunginya secara berkala dan tidak terencana. Bila pengawasan Anda jadi berkurang, solusinya carilah tempat penitipan lainnya. Jangan biarkan anak Anda berkelana sendirian. Anak Anda butuh perhatian.


2. Gagal Mendengarkan
Menurut psikolog Charles Fay, Ph.D. “Banyak orang tua terlalu lelah memberikan perhatian – cenderung mengabaikan apa yang anak mereka ungkapkan”, contohnya Aisyah pulang dengan mata yang lembam, umumnya orang tua lantas langsung menanggapi hal tersebut secara berlebihan, menduga-duga si anak terkena bola, atau berkelahi dengan temannya. Faktanya, orang tua tidak tahu apa yang terjadi hingga anak sendirilah yang menceritakannya.

3. Jarang Bertemu Muka
Menurut Billingham, orang tua seharusnya membiarkan anak melakukan kesalahan, biarkan anak belajar dari kesalahan agar tidak terulang kesalahan yang sama. Bantulah anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, tetapi jangan mengambil keuntungan demi kepentingan Anda.

4. Terlalu Berlebihan
Menurut Judy Haire, “banyak orang tua menghabiskan 100 km per jam mengeringkan rambut, dari pada meluangkan 1 jam bersama anak mereka”. Anak perlu waktu sendiri untuk merasakan kebosanan, sebab hal itu akan memacu anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

5. Bertengkar Dihadapan Anak
Menurut psikiater Sara B. Miller, Ph.D., perilaku yang paling berpengaruh merusak adalah “bertengkar” dihadapan anak. Saat orang tua bertengkar didepan anak mereka, khususnya anak lelaki, maka hasilnya adalah seorang calon pria dewasa yang tidak sensitif yang tidak dapat berhubungan dengan wanita secara sehat. Orang tua seharusnya menghangatkan diskusi diantara mereka, tanpa anak-anak disekitar mereka. Wajar saja bila orang tua berbeda pendapat tetapi usahakan tanpa amarah. Jangan ciptakan perasaan tidak aman dan ketakutan pada anak.

6. Tidak Konsisten
Anak perlu merasa bahwa orang tua mereka berperan. Jangan biarkan mereka memohon dan merengek menjadi senjata yang ampuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua harus tegas dan berwibawa dihadapan anak.

7. Mengabaikan Kata Hati
Menurut Lisa Balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja sesuai dengan kata hatimu dan biarkan mengalir tanpa mengabaikan juga suara-suara disekitarnya yang melemahkan. Saya banyak belajar bahwa orang tua seharusnya mempunyai kepekaan yang tajam tentang sesuatu”.

8. Terlalu Banyak Nonton TV
Menurut Neilsen Media Research, anak-anak Amerika yang berusia 2-11 tahun menonton 3 jam dan 22 menit siaran TV sehari. Menonton televisi akan membuat anak malas belajar. Orang tua cenderung membiarkan anak berlama-lama didepan TV dibanding mengganggu aktifitas orang tua. Orang tua sangat tidak mungkin dapat memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

9. Segalanya Diukur Dengan Materi
Menurut Louis Hodgson, ibu 4 anak dan nenek 6 cucu, “anak sekarang mempunyai banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan dan liburan yang mewah. Tetapi yang seharusnya disadari adalah anak Anda membutuhkan quality time bersama orang tua mereka. Mereka cenderung ingin didengarkan dibandingkan diberi sesuatu dan diam.

10. Bersikap Berat Sebelah
Beberapa orang tua kadang lebih mendukung anak dan bersikap memihak anak sambil menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka akan hilang persepsi dan cenderung terpola untuk bersikap berat sebelah. Luangkan waktu bersama anak minimal 10 menit disela kesibukan Anda. Dan pastikan anak tahu saat bersama orang tua adalah waktu yang tidak dapat diinterupsi.

soo..apakah kita sudah termasuk orang tua teladan? ^^

ANDA INGIN MENDAPATKAN KEBERUNTUNGAN? BACA ARTIKEL INI!


Setiap Kata/Kalimat Memiliki Kekuatan Makna

Kata/kalimat yang kita gunakan setiap hari sebenarnya “mengekspresikan” bagaimana yang kita rasakan. Kata/kalimat tersebut benar-benar “mempengaruhi” bagaimana kita merasakan sesuatu. Hal ini berlaku untuk setiap orang tanpa memandang usia, mulai dari anak balita bahkan bayi hingga orang dewasa. Ada pepatah yang mengatakan, “Hanya dengan pedang dan batu dapat meremukkan tulang saya namun kata tidak akan pernah melukai saya.” Saya berpikir siapapun yang pertama kali yang mengatakan ini, dia pasti tidak pernah paham tentang kekuatan kata/kalimat!

Melalui tulisan saya ini, saya mengajak kita semua untuk menyadari kekuatan kata/kalimat dan mahami pengaruhnya terhadap keluarga pada umumnya serta perkembangan anak pada khususnya. Kekuatan kata/kalimat itu sangat dahsyat! Satu kata saja dapat membuat seseorang menjadi sangat bersemangat luar biasa namun dapat pula sebaliknya, sangat menderita.

Apa pengaruh kata/kalimat bagi seorang anak?

Jika Anda mengatakan berulang-ulang pada anak Anda, “Kamu bodoh!”, maka anak Anda akan merasa dirinya bodoh. Jika Anda mengatakan pada anak Anda, “Kamu nakal!”, maka anak Anda akan merasa dirinya nakal. Apa yang anak Anda rasakan ini akan menjadi sebuah pondasi dalam pikiran bawah sadarnya sehingga anak Anda akan bersikap dan bertindak seperti yang anak Anda rasakan.

Menurut teori memang kata/kalimat hanya berpengaruh 7% dalam proses berkomunikasi sedangkan 38% dipengaruhi oleh intonasi dan pengaruh terbesar, 55%, justru ditentukan oleh bahasa tubuh. Namun yang perlu dicatat adalah ketika seorang ayah atau ibu mengatakan, “Kamu bodoh!” atau “Kamu nakal!”, hampir dipastikan menggunakan intonasi tinggi dan bahasa tubuh “mengancam” yang membuat anak tidak nyaman. Kondisi mental atau ‘state’ tidak nyaman ini tertanam dalam pikiran bawah sadar anak sehingga anak bersikap atau bertindak semakin tidak konsisten.

Luar biasanya, dalam keadaan seperti ini orang tua memaknai sikap atau tindakan anak tersebut sebagai ‘semakin menjadi-jadi’. Orang tua biasanya justru semakin ingin menunjukan sikap superiornya dengan tambahan kata/kalimat yang membuat anak semakin tidak nyaman. Beberapa orang tua bahkan membuat target “anak menagis” sebagai selesainya sebuah masalah tanpa pendekatan lebih lanjut. Bila ini terjadi maka saya ucapkan selamat untuk Anda karena Anda 100% berhasil membuat anak Anda manjadi anak “Bodoh” dan “Nakal”!

Lalu, bagaimana mengantar Anak Anda menjadi pribadi penuh motivasi dengan kekuatan kata/kalimat?

* Silahkan gambarkan anak Anda bagaikan sebuah benih dan kata/kalimat Anda mewakili matahari, air dan pupuk. Selama ini, apakah kata/kalimat Anda memberikan pencerahan bak mentari pagi pada Anak Anda dalam kegelapan? Apakah kata/kalimat Anda memberikan kesejukan bak embun pagi atau justru membanjiri dan menghilangkan tanah tempat benih itu bertumbuh? Apakah kata/kalimat Anda memberikan nutrisi sehat atau ‘over dosis’ sehingga Anak Anda merasa dibenamkan dalam air kotor?
* Sekarang Anda ambil sebuah catatan kecil untuk jurnal Anda! Jurnal ini dilakukan selama satu minggu.
* Tuliskan setiap kata positif, sayang dan motivasi yang setiap hari dalam satu minggu yang Anda ucapkan pada anak Anda! Contoh: “Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami menyayangimu!”; “Kamu melakukan sesuatu yang dahsyat!”; “ Kamu cerdas!”; “Kamu sangat spesial untuk Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami!”; “Kamu fantastik!”; “Kamu hebat!”; dan selanjutnya.
* Kemudian, tuliskan juga setiap kata negatif atau kritikan setiap hari dalam satu minggu yang Anda ucapkan pada anak Anda! Contoh: “Ada apa denganmu?!”; “Mengapa kamu melakukan itu?!”; “ Kamu cerewet!”; “Tutup mulutmu!”; “Tidak pernah menurut kata Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami!”; “Kamu buat Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami jadi stres!”; dan selanjutnya.
* Silahkan jumlahkan masing-masing kata/kalimat positif dan negatif setiap harinya!
* Apakah Anda terkejut? Apalah Anda memberikan cahaya atau menutupi anak Anda dengan lumpur?

Bagaimana menggunakan kata/kalimat dengan tepat?

* Banyak cara untuk membangun motivasi pada anak Anda, saya mengenalkan salah satu caranya saja. Anda dapat kembangkan sesuai dengan kondisi dan lingkungan tempat Anda tinggal.
* Cobalah untuk menggunakan istilah baru untuk nama hari dalam seminggu seperti di bawah ini: Senin Dahsyat, Selasa Hebat, Rabu Luar Biasa, Kamis Cinta, Jumat Fantastik, Sabtu Ceria dan Minggu Berlimpah
* Kenalkan istilah ini setiap malam sebelum tidur dengan membelai bagian tubuh yang sensitif pada anak Anda, “Hai ……… (sebut nama anak Anda), Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami menyayangimu. Hari ini adalah Senin Dahsyat. Seperti itulah kamu hari ini, dahsyat! Ingat, besok adalah Selasa Hebat. Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami sayang kamu, Tuan/Nona Hebat!“
* Pada pagi harinya ucapkan, “Semangat pagi! Apa khabar Tuan/Nona Hebat! Ayah/Ibu/Papa/Mama/Papi/Mami sayang kamu!”
* Setiap orang tua adalah seorang petani. Apa yang Anda tanam itu yang Anda petik. Apa yang ingin Anda panen dari anak Anda? Karakter yang kuat? Pribadi yang penuh percaya diri dan berkembang? Jujur dan bertanggung jawab? Berani dan pantang menyerah?
* Usahakan gunakan kata di bawah ini dalam kalimat ketika Anda berbicara dengan anak Anda sesuai dengan harinya (dapat Anda kembangkan):

* Senin: Percaya diri, Sopan, Berani, Baik hati.
* Selasa: Baik, Agung, Jenius, Memberi.
* Rabu: Cantik/Ganteng, Cerdas, Gigih, Peduli.
* Kamis: Tepat waktu, Sikap Positif, Suka Menolong, Jujur.
* Jumat: Rendah hatH, Bertanggung Jawab, Disiplin
* Sabtu: Terhormat, Simpatik, Penuh Semangat, Optimistik.
* Minggu: Sabar, Tekun, Kerja Sama, Ramah

Kata/kalimat yang mengandung makna positif dan membangun ini akan tertanam dengan baik di pikiran bawah sadar anak Anda. Bila itu terjadi maka kondisi mental atau ’state’ anak Anda menjadi nyaman sehingga anak Anda dapat selalu prima dan mudah untuk meraih prestasi puncak.

Selamat menjadi keluarga dahsyat yang berlimpah!
Filed Under (Articles) by Okky Sulistijo on January-16-2008


KEBERUNTUNGAN


Dalam acara Business Art With Mario Teguh di saluran O-Channel, ada seorang yang bertanya, "Berapa persen peran keberuntungan dalam menentukan sebuah kesuksesan?"

Karena sebelumnya Mario Teguh selalu menekankan tentang berpikir positif dan bertindak positif untuk mencapai hal yang positif, saya jadi bertanya-tanya, apa jawaban yang akan diberikannya. Sebab umumnya orang beranggapan bahwa keberuntungan itu adalah sesuatu hal yang berada di luar kepastian sebuah teori yang matematis.

* * * *

"Luck" bagi banyak orang adalah suatu misteri, sehingga di dalam saku atau dompet dengan diam-diam orang membawa sebentuk "jimat keberuntungan." Benda-benda yang sudah didoakan atau dikeramatkan diharapkan bisa membawa keberuntungan bagi pemiliknya.

Tentunya kita masih ingat akan ikan arwana yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah karena dianggap bisa memberi keberuntungan. Padahal dahulu kala di tempat asalnya, ikan Arwana termasuk dalam daftar menu makanan kegemaran penduduk setempat.

Saya termasuk seberuntung saudara kita di pedalam Kalimantan, karena pernah menikmati daging ikan Arwana milik saudara yang tiba-tiba sekarat karena salah makan. Terasa nikmat lebih karena membayangkan sedang menyantap daging seekor ikan yang pernah ditawar jutaan rupiah, tetapi berakhir tragis di penggorengan.

Fengshui bagi sebagian orang juga dipercaya mengubah keberuntungan lebih besar bagi yang mengikutinya. Bahkan ada saluran TV yang secara khusus menayangkan program fengshui, dan ternyata menjadi tayangan dengan rating yang tinggi - karena memang orang sangat rindu untuk meraih keberuntungan hidup.

Keberuntungan adalah hal yang diliputi kabut misteri yang menyebabkan orang mengambil kesempatan dengan menawarkan barang dan jasa yang bisa menyingkap kabut kalau-kalau bisa menemukan keberuntungan dibaliknya. Beruntung adalah lawan dari sial, yang kedatangannya pasti dihindari oleh semua orang.

* * * * *

Kemudian apa jawaban Mario Teguh? Seperti biasa sambil tersenyum dan penuh percaya diri dia menjawab, "Orang menempuh pendidikan yang baik supaya hidupnya beruntung. Orang berpakaian dengan rapi dan baik supaya beruntung. Orang menjaga tutur kata dan tingkah lakunya supaya beruntung dalam pergaulan. Orang melakukan semua hal yang baik supaya beruntung dalam hidupnya."

"Jadi berapa persen peran keberuntungan dalam sebuah kesuksesan? Jawabnya adalah Seratus Persen!"

Hebat sekali sekali jawaban yang diberikan. Mengubah hal yang diluar perkiraan dan tidak terukur (intangible) menjadi hal yang terukur (tangible) dan masuk akal. Semua penonton di studio dan juga di rumah setuju dan membenarkan jawaban jitu yang diberikan oleh Mario Teguh.

* * * * *

Tetapi kemudian saya melihat hal berbeda - bukan karena mau mengkritisi atau merasa lebih pintar dari Mario Teguh. Saya lebih melihat bahwa keberuntungan yang disampaikannya adalah bentuk "keberuntungan yang diusahakan."

Orang dengan pendidikan yang tinggi mempunyai tingkat keberuntungan yang lebih besar daripada yang berpendidikan rendah. Orang dengan penampilan fisik yang sempurna akan lebih beruntung dalam hidupnya dibandingkan yang cacat. Orang yang kuper (kurang pergaulan) tidak akan seberuntung orang yang pergaulannya luas. Dan masih banyak deretan yang lain untuk menunjukkan bahwa semua yang terbaik dan sempurna bisa menciptakan keberuntungan yang lebih. Semua alasan itu mudah untuk dipahami.

Tetapi disamping "keberuntungan yang diusahakan" saya akan menambahkan dengan "keberuntungan yang dianugerahkan". Akan tetapi kita harus hati-hati dengan keberuntungan yang kedua untuk tidak menjadi latah dengan gambaran jimat ataupun ikan arwana di penjelasan awal.

* * * * *

Di kantor, saya menemukan orang melamar pekerjaan dengan ijazah SMU karena itu yang dibutuhkan dibandingkan dengan ijazah sarjana yang dengan susah payah telah berhasil diraihnya.

Ada teman wanita yang cantik, pintar, karir bagus dan sudah ingin menikah tetapi tidak ada yang mengajukan proposal padanya. Sempat dia memburu cowok idamannya, tetapi pelaminan ternyata berpihak pada wanita lain yang tampak biasa-biasa saja.

Ada staf di kantor yang pendidikannya tinggi, pintar, pribadinya simpatik, mudah bekerjasama dengan baik - tetapi di manapun ditempatkan tidak mencapai target karir yang membuatnya frustrasi. Sampai akhirnya saya ajak dia untuk bergabung dengan team di proyek yang saya kerjakan. Baru saya tahu penyebab utamanya, yaitu entah kenapa dia selalu berada di tempat dan waktu yang tidak tepat.

Banyak kali, dia tidak ada di tempat karena sedang ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Padahal momen itu berguna bagi karirnya. Walaupun saya sudah berusaha memberi jalan untuk membantunya, mendorong semangatnya, tetapi pada akhirnya selalu ada saja yang membuatnya tidak berhasil.

Kemudian dia resign. Ternyata hanya beberapa minggu setelahnya ada program penyegaran perusahaan yang menawarkan kompensasi resign dengan nominal yang lebih tinggi. Karena surat resignnya terlanjur sudah diterima oleh management sebelumnya, maka dia tidak bisa menerima kompensasi sebesar yang ada di program penyegaran.

Karena ketidakberhasilan bekerja dengan orang lain, dia memutuskan untuk wirasrasta. Tetapi setelah itu saya mendengar usahanya juga bermasalah cukup serius. Saya sampai bingung sendiri melihat kenyataan itu, dan akhirnya mengakui bahwa dia adalah orang yang 'tidak beruntung'.

Saya punya banyak teman yang merasa tidak seberuntung yang lain - walaupun tingkat pendidikannya lebih tinggi. Walaupun dia sudah berusaha bekerja sama dengan semua pihak. Walaupun sudah mengorbankan waktu dan pikiran untuk lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan keluarga dan hubungan sosial; tetapi tetap saja mereka merasa tidak sukses - sehingga harus berpindah dari satu tempat kerja ke tempat yang lain. Sehingga akhirnya memutuskan untuk berhenti berpindah dan menekuni satu pekerjaan dengan merasa tetap tidak berhasil.

* * * * *

Kalau saya mengajukan sebuah pertanyaan, "Apakah anda merasa beruntung saat ini?" Saya percaya jawaban yang saya terima adalah lebih banyak gelengan kepala dengan perasaan sedih. Kenapa bisa seperti itu? Karena semua usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan untuk membuatnya beruntung ternyata tidak sebanding dengan harapan keuntungan ataupun sukses yang sudah diraih. Itu yang membuat orang merasa tidak sukses atau bahkan merasa gagal dalam hidup.

Mereka pada akhirnya merasa gagal karena berusaha meraih keberhasilan dengan menggunakan "Keberuntungan yang diusahakan."

* * * * *

Ada jalan keluar yang lebih manjur untuk mencapai kesuksesan diluar cara-cara pengumpulan jimat, fengshui atau pun kerja keras untuk membentuk "kebentungan yang diusahakan." Cara yang ampuh yaitu dengan menggunakan jurus, "keberuntungan yang dianugerahkan."

Petrus, Thomas, Natanael dan dua orang murid Tuhan Yesus adalah para profesional penjala ikan. Tetapi dengan semua kemampuan yang membuatnya bisa memperoleh "Keberuntungan yang diusahakan," semalam-malaman mereka bekerja dan tidak menangkap apa-apa. Nothing! Tidak ada satu ikan pun yang berhasil diperoleh.

Tetapi menjelang siang, mereka kembali melaut dengan berbekal "Keberuntungan yang dianugerahkan" oleh Tuhan Yesus, dan mereka memperoleh ikan-ikan besar sebanyak seratus lima puluh tiga ekor dan jalanya tidak koyak (Yohanes 21:11).

Memang tetap diperlukan keahlian dan usaha mereka sebagai "keberuntungan yang diusahakan." Mereka harus bisa mengendalikan perahu, harus bisa membuat jala, harus bisa menebarkan jala dan menarik jala dengan benar serta semua keahlian yang harus dimiliki oleh seorang nelayan. Akan tetapi keberhasilan memperoleh ikan ternyata hanya karena "keberuntungan yang dianugerahkan."

Berapa besar perbandingan keduanya? Kalau diperhitungkan terhadap hasil akhir dan kesuksesan yang diraih, maka porsi "keberuntungan yang diusahakan" sekitar 10% dan "Keberuntungan yang dianugerahkan" sebesar 90%. Ada yang menyebut 15% dan 85%, tetapi semuanya setuju bahwa "keberuntungan yang dianugerahkan" menduduki peran yang paling utama.

* * * * *

Apa kata TUHAN melalui nabi Yeremia mengenai kedua macam keberuntungan ini?

Pertama, mengenai "keberuntungan yang diusahakan," dalam Yeremia 17:5 dikatakan :
"Beginilah firman TUHAN: 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!' "

Ternyata TUHAN sama sekali tidak berkenan dengan orang yang MENGANDALKAN kesuksesannya pada "keberuntungan yang diusahakan." Kemampuan dasar memang harus dimiliki dan kerja keras harus dilakukan - tetapi itu lebih dipandang sebagai sarana pendukung saja. Sebab jika itu yang menjadi andalan untuk memperoleh keberhasilan, maka TUHAN justru berfirman sebaliknya :

"Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk."

Melihat hasil dari jerih payah yang sia-sia itu, kita bisa menyimpulkan dengan satu kalimat pendek, "Capek deh ...."

Sekarang bagaimana dengan "keberuntungan yang dianugerahkan" ? TUHAN rupanya menjamin dengan firmanNya, "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN." (Yeremia 17:7)

Kemudian hasil yang bisa dicapai dengan "keberuntungan yang dianugerahkan" itu adalah:
"Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."

Suatu kesuksesan yang luar biasa yang pasti dicapai oleh orang yang mengandalkan dan bergantung kepada, "keberuntungan yang dianugerahkan." Dahsyat men ...

* * * * *
Saya merasa tidak memiliki cukup "keberuntungan yang diusahakan." Pendidikan saya tidak setinggi teman-teman ataupun staf saya. Penampilan fisik saya jauh dibanding dengan mereka yang memiliki kriteria guanteng dan keren. Dan yang lebih parah, saya merasa otak di kepala ini tidak secanggih anak-anak muda jaman sekarang. Saya termasuk orang yang gaptek alias 'gagap teknologi'.

Walaupun dengan segudang kelemahan dan kekurangan, tetapi saya dilahirkan sebagai manusia biasa yang juga memiliki harapan dan keinginan untuk bisa berhasil dan sukses dalam hidup. Karena merasa tidak ada pilihan dan harapan di bagian yang pertama, maka saya bisanya hanya bergantung pada pilihan yang kedua yaitu pada "keberuntungan yang dianugerahkan."

Ya, seperti Petrus dan teman-temannya, saya melengkapi diri dengan kemapuan dasar supaya bisa bekerja dengan baik.

Seingat saya setelah itu, saya diterima bekerja di tempat ini dengan menyingkirkan ratusan pelamar yang lain adalah karena pada setiap tahapan test, saya selalu minta didoakan oleh ibu saya. Jadi Tuhan mengabulkan doa ibu saya dan saya bisa pindah kerja di tempat ini.

Saya bersyukur karena di dalam kebodohan saya, Tuhan memberikan para staf yang berpendidikan tinggi, pintar dan cemerlang, sehingga semua angan-angan dan gambaran yang mustahil sekalipun bisa diwujudkan secara mengagumkan. Bahkan lebih progresif dibandingkan dengan proyek sama yang dikerjakan di group perusahaan di luar negeri. Apa jadinya pekerjaan saya tanpa didukung oleh para staf yang loyal dan berdedikasi tinggi. Mereka bahkan selalu setia 'mengikuti' kemana saja saya ditempatkan, dan saya sangat bersyukur untuk itu.

Tuhan juga telah mempertemukan saya dengan orang-orang yang ternyata di kemudian hari sangat menopang pekerjaan dan karir saya baik di Indonesia maupun di luar negeri. Saya melihat itu semua sebagai keping-keping puzzle yang ternyata baru terlihat gambar indahnya setelah bertahun-tahun terlewati.

Kalau diibaratkan seekor burung, saya tidak perlu terus menerus memeras energi dan pikiran untuk mengepak supaya bisa terbang tinggi. Memang tetap harus diperlukan kepakan sayap awal supaya bisa terangkat ke angkasa. Tetapi setelah itu lebih banyak melayang, mengikuti dorongan angin lembut dan nyaman, yang menjaga ketinggian di udara bahkan mendukung untuk dapat terbang lebih tinggi lagi.

Saya merasa bahwa usaha dan kerja keras yang saya lakukan tidak sebanding dengan keberhasilan yang telah saya peroleh - dibandingkan dengan mereka yang harus 'jungkir balik' tetapi tetap tidak bisa mencapainya. Ini yang terkadang membuat orang merasa iri melihat "kesuksesan" yang saya terima - dan keingintahuan mereka saya jawab dengan, "Semuanya terjadi hanya karena 'keberuntungan yang dianugerahkan' oleh Tuhan saja ..."

* * * *

Ya, "keberuntungan yang dianugerahkan" pada kenyataannya merupakan 90% penentu dari semua keberhasilan yang bisa dicapai. Semua usaha dan kerja keras untuk membuat "keberuntungan yang yang diusahakan" hanya menyumbang 10%, dan tidak lebih sebagai sebuah langkah awal.

'Sepuluh persen' pun bisa tidak membuahkan hasil apa-apa seperti Petrus dengan segala keahliannya sebagai nelayan yang berusaha keras semalaman menjaring ikan tetapi kembali tanpa menangkap seekor pun. Akan tetapi usaha yang 'sepuluh persen' akan berbuah keberhasilan yang menakjubkan, manakala yang 'sembilan puluh persen' turut terlibat di dalamnya.

Jika demikian halnya, mengapa kita tidak mengandalkan diri pada "keberuntungan yang dianugerahkan" ; sehingga membuat kita dengan bangga mampu untuk mengaku, "Bahwa pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi." Bukankah itu adalah kunci rahasia keberuntungan yang dahsyat dan super?

-------------- (Indriatmo)


MENGUNDANG KEBERUNTUNGAN


Oleh: Prof Dr Roy Sembel/Sandra Sembel

Anda yang bekerja pasti ingin mendapat promosi dan naik gaji. Anda yang memiliki usaha sendiri juga ingin usaha tambah besar dan penghasilan melimpah. Anda yang masih di bangku kuliah atau yang kembali lagi ke bangku kuliah pun pasti memiliki keinginan untuk cepat selesai, dan selesai dengan hasil yang terbaik.

Yah...setiap orang pasti ingin mengecap keberuntungan. Tetapi, sepertinya tidak semua orang mampu mengundang keberuntungan tersebut terus-menerus dalam hidup mereka. Hanya segelintir orang saja yang bisa menahan keberuntungan dalam hidup mereka.
Lalu, jika mereka bisa, mengapa kita tidak? Ternyata, ada beberapa trik yang bisa kita contoh untuk mengundang keberuntungan dan mempertahankannya. Bagaimana caranya? Simak yang berikut.

Berkeinginan
Kunci utama dalam mengundang keberuntungan adalah berkeinginan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Tanpa ada keinginan tak akan ada tindakan. Tanpa ada tindakan tak akan ada hasil yang bisa kita raih. Ini adalah hukum alam yang sederhana, dan banyak orang yang sudah tahu tentang hal ini.
Namun banyak orang yang merasa terlalu pesimistis dengan nasibnya, sehingga tidak memiliki keberanian untuk berkeinginan sukses. Alasan mereka bermacam-macam: ”Saya kan cuma lulusan SD, apa sih yang bisa dilakukan orang seperti saya? Saya tidak punya bakat bisnis, jadi mengapa saya harus mencoba berbisnis? Ah, itu kan cuma untuk mereka yang pintar dan kaya saja? Saya tidak punya koneksi, jadi susah masuk bidang itu.”
Jika sudah tidak punya keinginan, kita pastilah tidak akan pernah mengecap keberuntungan. Jadi, jika Anda ingin mengubah nasib di tahun 2008 ini, tumbuhkan keinginan untuk beruntung, karena inilah kunci utama yang membuka pintu keberuntungan tersebut.

Bertindak
Langkah selanjutnya setelah pintu keberuntungan terbuka adalah bertindak untuk melangkah masuk ke dalamnya. Tindakan akan mendekatkan kita untuk meraih keberuntungan tersebut. Jika kita belum punya informasi, keterampilan atau pengalaman yang diperlukan untuk itu, jangan hanya menyesali diri atau merenung tanpa hasil Kita perlu bertindak—cari jalan untuk belajar.
Banyak cara untuk belajar: dari pengalaman orang lain, dari buku, dari mencoba sendiri, dari pengamatan, dan dari sekolah. Jika kita sudah memiliki modal yang diperlukan untuk terjun ke satu bidang usaha, yang harus kita lakukan adalah memulai langkah pertama dalam berusaha.
Kita tidak perlu menunggu sampai semuanya sempurna dan lengkap, yang penting hal-hal yang utama yang diperlukan sudah ada, kita hanya tinggal melangkah saja untuk masuk ke gerbang keberuntungan.

Berencana
Selain berusaha, kita juga perlu berencana. Perencanaan adalah bagian dari sukses. Keuntungan dari perencanaan adalah kita bisa memetakan masa depan yang ingin kita jalani. Dengan demikian kita bisa mendapat gambaran tantangan apa saja yang mungkin kita hadapi, kesempatan apa saja yang bisa kita manfaatkan dan fasilitas, informasi, dan keterampilan apa yang masih harus kita tingkatkan serta siapa saja yang bisa kita hubungi untuk mendapatkan dukungan.
Gambaran-gambaran ini penting untuk kita ketahui agar kita bisa memilih strategi yang tepat dalam bertindak untuk meraih keberuntungan. Tetapi yang juga perlu diingat adalah hukum PARETO 20/80. Pastikan perencanaan yang kita lakukan adalah usaha 20% yang bisa meraih 80 hasil. Jadi,kita tidak perlu menunggu sampai semua informasi lengkap, yang penting kita mendapatkan 20% hal penting yang kita butuhkan untuk meraih paling sedikit 80% keberuntungan.

Berusaha
Setelah perencanaan kita miliki, langkah selanjutnya adalah menggunakan rencana tersebut sebagai panduan untuk kita memulai usaha mengundang keberuntungan. Tanpa usaha, tak akan ada hasil nyata. Usaha perlu ditunjang dengan fasilitas dan dukungan yang tepat.
Jadi, pastikan kita masuk ke lingkungan pergaulan orang-orang yang bisa menularkan semangat positif mereka pada kita dan juga yang bisa memberikan dukungan mereka pada kita. Usaha juga perlu diarahkan dengan strategi yang tepat. Jadi, kita perlu memanfaatkan perencanaan yang sudah kita susun untuk memilih alternatif strategi yang tepat untuk meraih keberuntungan.

Berpikir
Selain berusaha, yang juga penting dalam mengundang kerberuntungan adalah berpikir. Apa yang kita pikirkan, itulah yang kita lakukan. Jadi, pastikan kita memanfaatkan pikiran kita untuk bertindak, berusaha dan meraih keberuntungan. Caranya? Kita perlu berpikir positif, berpikir ke depan dan berpikir sukses.
Pikiran-pikiran seperti ini akan mendorong kita untuk berusaha mewujudkan apa yang ada di pikiran tersebut. Jika kita berpikir sukses, pastinya kita akan berusaha melangkah meraih sukses. Jika kita berpikir optimistis, walaupun banyak tantangan yang ada didepan kita, kita tidak gentar, karena pikiran kita memandu kita untuk melihat jauh ke depan, ke arah solusi yang jauh melampaui tantangan tersebut. Jadi, jika kita punya kemampuan untuk berusaha mewujudkan apa yang ada dipikiran kita, mengapa kita tidak berusaha untuk berpikir untung.

Bertekun
Perbedaan mereka yang beruntung dengan mereka yang tidak beruntung adalah ketekunan. Di sebuah acara TV yang menampilkan suasana audisi lomba mencari bakat menyanyi di Amerika, atau yang lebih dikenal dengan ”American Idol”. Salah seorang peserta akhirnya berhasil lolos setelah berkali-kali ikut audisi.
Seorang pemenang pemilihan Ratu Amerika juga ternyata tidak berjuang sekali saja. Ia berkali-kali gagal di tingkat daerah—hanya menjadi runner up. Lalu, ia membeli dan mempelajari puluhan video tentang berbagai pemilihan ratu. Dengan tekun ia juga berlatih dalam bersikap, berbicara dan berpakaian. Ternyata, ketekunannya tidak sia-sia. Ia akhirnya mampu meraih predikat sebagai Miss America.
Keberuntungan tersedia bagi setiap orang, asalkan mereka mau berkeinginan, bertindak, berencana, berusaha, dan bertekun sampai keberuntungan itu dapat diraih. Sukses untuk kita semua.


Copyright © Sinar Harapan 2003


MENGUBAH KESALAHAN MENJADI KEBERUNTUNGAN


Kesalahan bisa terjadi kapan dan di mana saja. Kadangkala segala sesuatu yang telah dipersiapkan dengan baik pun tidak luput dari kesalahan, apalagi yang sembarangan. Masalahnya sekarang, mungkinkah kita mengubah kesalahan menjadi sebuah keberuntungan? Anda menjawab tidak mungkin? Simak kisah nyata berikut ini.

Bette Graham bukanlah seorang sekretaris yang baik. Ia membuat banyak sekali kesalahan ketika mengetik dengan mesin ketik. Ia hidup pada era sebelum komputer dan printer ditemukan. Ketika Bette Graham mengetik dan membuat kesalahan, maka ia harus mengulang dari awal. Tentu menambah beban pekerjaannya. Ia lalu mempunyai ide yang brillian. Ia menaruh sebuah wadah berisi cat putih dan kuas kecil. Setiap kali ia salah mengetik, ia menyapukan kuas kecil dan cat putih itu. Pekerjaan pun menjadi lebih ringan, karena ia tak harus mengetik ulang.

Sekretaris-sekretaris lain menyukai ide Bette Graham. Mereka pun memesan cat putih dan kuas kecil itu. Bette Graham pun belajar untuk membuat ramuan cat yang lebih baik, dan menjualnya dengan nama Liquid Paper. Dua puluh tahun kemudian ia mempunyai ratusan orang yang bekerja padanya, dan menghasilkan 47 juta dolar. Di indonesia, kita pun dulu mengenal tip ex ketika era mesin ketik masih digunakan banyak kalangan. Sampai kini, tip ex pun masih digunakan untuk memperbaiki kesalahan penulisan tangan dengan tinta. Tentu dengan kemasan yang makin praktis.

Mengubah kesalahan menjadi keberuntungan. Mungkinkah? Lewat kehidupannya, Bette Graham menjawab dengan tegas : ya! Kuncinya? Ketika kesalahan itu kita terima dengan lapang dada dan pikiran yang terbuka, maka akan terbukalah pintu-pintu keberuntungan di balik kesalahan


KEBERUNTUNGAN CINA


Anda mungkin tidak percaya ini tapi nasehatnya luar biasa.

Baca sampai habis, anda akan belajar sesuatu !!!

SATU.
Berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.

DUA.
Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai. Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan mereka akan menjadi sepenting seperti hal lain.

TIGA.
Jangan percaya dengan apa yang anda dengar, Habiskan apa anda miliki atau tidur semau anda.

EMPAT.
Ketika anda ucapkan, "Aku mencintaimu", Seriuslah.

LIMA.
Ketika anda ucapkan, "Maafkan saya", pandang mata orang itu.

ENAM.
Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.

TUJUH.
Percayalah pada cinta pandangan pertama.

DELAPAN.
Jangan tertawakan/remehkan impian orang. Orang yang tidak punya impian adalah miskin.

SEMBILAN.
Cintailah dengan mendalam dan bergairah. Anda mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.

SEPULUH.
Saat terjadi percekcokan/pertengkaran, Janganlah menyebut nama.

SEBELAS.
Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.

DUABELAS.
Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGABELAS.
Ketika seseorang mengajukan pertanyaan yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya, tersenyumlah dan tanya, "Kenapa anda ingin tahu?"

EMPATBELAS.
Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.

LIMABELAS.
Ucapkan "berkah bagimu" saat anda mendengar orang bersin.

ENAMBELAS.
Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.

TUJUHBELAS.
Hargai diri sendiri; Hargai orang lain; Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.

DELAPANBELAS.
Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.

SEMBILANBELAS.
Ketika anda sadar telah berbuat kesalahan Ambil langkah segera untuk memperbaikinya.

DUAPULUH.
Tersenyumlah saat menerima telepon.Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.

DUAPULUH DUA.
Habiskan waktu sendirian.

Oleh: Tidak Diketahui


KEBERUNTUNGAN ITU SEPERTI AIR YANG MENGALIR



Keberuntungan memang seperti air yang terus dan terus mengalir dalam kehidupan pria 30 tahun ini. Ahmad Faiz Zainuddin atau biasa dipanggil Faiz memang sering mengalami keberuntungan yang seringkali tidak masuk di akal. Tapi pada kenyataanya terjadi atas kehendak Tuhan.

Bapak satu anak ini bercerita, keberuntungan yang tak putus putus dialaminya sejak memasuki usia Sekolah Menengah Atas (SMA). Waktu itu, Faiz memilih SMA 5 karena dekat dengan rumah, di kampung Peneleh Surabaya. Ternyata, SMA 5 ini adalah SMA favorit di Surabaya. “Saya jadi beruntung, karena memang di sekolah ini tempat berkumpul siswa - siswa top,” kata Faiz.

Keberuntungan lain yang diakui Faiz sejak kelas 5 Sekolah dasar (SD), sepeninggal ayahanda Anas Thohir, Faiz menjadi anak yang paling banyak uang sakunya, karena seringkali orang kasihan pada si yatim dan memberi uang.

“Iya, kita itu gak punya ayah, tapi paling banyak sangu-nya.” Keberuntungan selanjutnya ketika mencoba menembus UNAIR. Cobaan Faiz cukup berat waktu itu. Tepat hari H ujian, UMPTN, ternyata Faiz harus merawat ibunya yang masuk rumah sakit karena stroke.

Lelaki penggemar warna biru ini, hanya bisa tidur di kolong tempat tidur, menjaga ibunda tercinta. Buku 1000 Soal UMPTN yang baru saja dibeli hanya menjadi bantal tidur. Karena Faiz cukup lelah. Begitu bangun pagi, dia hanya bilang “Doakan ya bu, kula (saya) mau UMPTN,” sambil mencium punggung tangan ibunya.

Dengan mulus, meskipun tanpa persiapan belajar, akhirnya Faiz diterima di Fakultas Psikologi UNAIR. “Sebenarnya waktu itu saya pingin ke ITB. Tapi karena ibu sakit, di Surabaya saja gakpapa,” kenang Faiz.

Perjalanan kuliah Faiz ternyata tidak mulus. Karena sampai semester lima, waktu Faiz dihabiskan merawat ibu. Memang masih banyak saudara lain, tapi ibunda ini sangat manja pada Faiz karena Faiz dinilai sangat sabar melayani ibunda. Faiz jadi sering pulang begitu terdengar adzan Dhuhur, karena Faiz harus membantu sang ibu untuk menunaikan sholat Dhuhur.

“Jadi saya kalau kuliah ya sesempatnya. Saya mengutamakan ibu,” tambahnya. Sejak muda kegelisahan Faiz sangat kuat. Kegelisahan akan kondisi bangsa ini. Sebelum mengenal banyak ilmu dan berhasil melahirkan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), sejak di bangku kuliah benih-benih konsep LoGOS (Loving God, blessing others, self improvent) sudah disemai.

Dia mendeklarasikan LoGOS Community bersama beberapa rekan, diantaranya Danny Hernowo yang sekarang sebagai CEO LoGOS Institute. LoGOS Community menjadi satu organisasi yang diperhitungkan dalam kampus dengan berbagai kegiatan sosial. Deklarasi dibuka oleh seorang dosen yang sekarang menjadi Dekan Fakultas Psikologi UNAIR, Bapak Seger.

Sayangnya umur komunitas ini tidak lama. Karena persis ketika Faiz lulus, LoGOS Community juga bubar. Tapi rupanya, konsep pemaknaan hidup yang dilontarkan Faiz lewat LoGOS Community cukup membekas di hati para anggotanya.

“Meskipun LoGOS sudah mati tapi semangat LoGOS tetap di hati kami mas,” begitu ungkapan Ariani Tri Wrastari, mantan anggota yang sekarang mengambil pasca sarjana di University of Adelaide Australia.

Setelah lulus, kegelisahan Faiz semakin besar. Dia sangat ingin menemukan satu formula mudah untuk mengatasi masalah bangsa dengan murah. Waktu kuliah Faiz mengambil semua mata kuliah hingga 176 SKS, demi untuk mendapatkan apa yang dicari. Tapi belum ketemu juga. Keinginan kuatnya saat itu adalah sekolah ke luar negeri tapi tidak punya biaya.

Tapi memang lagi - lagi keberuntungan Faiz belum berhenti. Tanpa disangka – sangka, seseorang datang menawarkan bea siswa ke luar negeri. bak gayung bersambut dengan keinginan Faiz. Malah sebelum belajar ke luar negeri, seseorang itu juga mengabulkan permintaan Faiz untuk umroh ke tanah suci. Lengkap sudah keberuntungan Faiz.

“Saya waktu itu hanya ikhlas, pasrah dan terus mendekatkan diri pada sumber keberuntungan sejati. Allah. Itu saja,”tuturnya.

Dengan hati penuh suka cita, Faiz berangkat ke Australia. Dan belajar ke Australia seperti menjadi pintu keberuntungan berikutnya. Karena setelah dari Australia, Faiz malah mendapat empat bea siswa gratis secara berturut – turut. Dari Austarlia, ke Malaysia, lalu ke Thailand dan Singapura.

Selama menjalani kuliah di negeri orangpun, keberuntungan masih terus mengikuti Faiz di saat – saat tak terduga.

Waktu itu, Faiz mengikuti pelatihan ESQ di Kuala Lumpur dan dengan mudah bisa berkomunikasi panjang lebar dengan pencetus ESQ - Ari Ginanjar. Setelah ngobrol banyak dan Ari Ginanjarpun menyambut baik metode SEFT yang baru ditemukan Faiz. Merasa cocok, akhirnya Faiz diajak menginap di hotel bintang lima di Kuala lumpur.

Pengalaman lain, ketika baru saja menginjakkan kaki di kawasan Larkin Johor, Malaysia, Faiz tidak tahu harus menginap dimana. Tanpa sengaja bertemu dengan sesama muslim dan menawarkan tumpangan tidur gratis. Yakni di sebuah masjid, yang khusus malam itu boleh digunakan menginap.

Kemudahan, keberuntungan Faiz diakui semakin mudah ketika kita ikhlas dan memasrahkan semuanya hanya pada Sang Maha Hidup dan tidak ngoyo mencapai satu tujuan. Kebiasan memaknai hidup ini yang dituangkan Faiz dalam teknik SEFT dan organisasi LoGOS Institute. Sehingga semua orang bisa belajar untuk terus dan terus beruntung. Karena keberuntungan bukan kebetulan, tapi bisa dipelajari dan ada ilmunya. Intinya dengan mendekatkan diri pada sumber keberuntungan sejati, Tuhan Yang Maha Esa. Dan teknik ini sudah diterapkan oleh banyak alumni dan terbukti.

Keberuntungan juga diperoleh Faiz dalam mencari jodoh. Waktu itu pemakaman ibunda di Surabaya. Tante Faiz yang menghadiri pemakaman, merasa iba melihat Faiz, si yatim yang akhirnya juga menjadi piatu. Karena kedua orang yang menancapkan akar dalam hidupnya sudah pergi menghadap Tuhan. Tante Bida, begitu biasa dipanggil, menawarkan Faiz berkenalan dengan kemenakan suaminya. Dengan bekal Bismillah, Faiz menemui gadis itu dan akhirnya cocok. Semuanya begitu mudah dan lancar. Setelah lima tahun melakukan adaptasi, kedua insan ini memutuskan untuk menikah. Sekarang dikaruniai satu putra dan satu calon putra. Sang istri, Vera Maslita sedang mengandung empat bulan.

“Semoga keberuntungan ini benar benar seperti air yang mengalir. Karena memang saya ingin menjadi orang terkaya di Indonesia yang paling banyak amalnya,” pungkas Faiz dengan tersenyum. (may)

Narasumber : Ahmad Faiz Zainuddin – Master SEFT


KEBERUNTUNGAN


Apakah Anda percaya pada keberuntungan ? saya sendiri sangat percaya.
Bahkan super percaya dan yakin ada.

Apakah keberuntungan itu datangnya by accident atau by design. Jawabannya adalah
by design. Keberuntungan yang datang pada kita sebenarnya karena proses-proses yang telah
kita lakukan.

Keberuntungan datang karena perbuatan baik manusia yang pernah dilakukannya.
Datangnya bisa langsung setelah kita berbuat baik, segera, atau nanti dan pasti itu
terjadi.

Jadi mari kita selalu berbuat baik untuk diri sendiri dan sesama agar kita selalu beruntung.


PUISI SOBAT

sobat
sekian lama kita bersama
dan sekian lama kita telah berpisah
tanpa henti tanpa lelah
ku terus mencari dirimu
ku ikuti kata hatiku
karena hatiku adalah cahaya bagiku
cahaya yang mampu menerangiku
hingga aku dapat memilih jalan yang tepat
hingga aku tak tersesat
hari demi hari
panas, hujan tak kupedulikan
di hatiku hanya ada dirimu
sobat
setelah ribuan hari telah kulalui
ku menemukan setitik cahaya tuk menemuimu
ku percepat langkahku
karena ku sudah benar-benar merindukanmu
tak ku hiraukan kerikil yang kadang melukaiku
tak kuhiraukan keringat membasahi tubuhku
tak ku hiraukan letih yang begitu mendera
saat itu keinginanku sudah tak bisa terbendung lagi
ku ingin bertemu dirimu, sobat
tapi apa yang terjadi?
ketika diri ini telah sampai
tangis tak terbendung
saat  melihat batu nisan yang bertuluskan namamu
sobat, kenapa begitu cepat kau pergi
kenapa kau tak pamit terlebih dahulu
kenapa?
sobat
di hadapan makammu
ku hanya ingin lau tahu
ku sangat merindukanmu
dan kau kan selalu di hati
sobat
selamat jalan semoga indahnya kehidupan menemanimu di sana

CERPEN SURAT MISTERIUS



Setelah satu semester, aku meminta anak-anak untuk memberikan penilaian terhadap diriku. Tak ku sangka dari sekian banyak anak, ada dua anak yang sangat benci dengan aku. Anak pertama, jelas-jelas mengatakan bahwa dia tidak suka dengan aku karena aku jutek,  sombong dan egois. Anak kedua mengatakan bahwa aku ini mirip nenek lampir karena terlalu sering menasihati dan sering marah-marah.
Ku akui waktu pertama datang, aku memang seperti itu. Mungkin karena waktu itu, aku tidak mempersilakan mereka maju untuk memperkenalkan diri, membuat ia merasa aku ini sombong, jutek, dan egois. Dan kalau aku dibilang suka marah dan suka menasihati itu memang benar. Walau sakit hati, tapi aku mencoba untuk mengerti. Inilah risiko yang harus ku hadapi jika aku meminta penilaian kepada anak-anak. Tapi sakit hatiku terobati ketika melihat lebih banyak anak-anak yang menyukaiku. Itu kutahu dari penilaian yang mereka berikan padaku.
Setelah KBM aku selesai di sekolah itu. Kebetulan siangnya aku tidak ada jadwal jadi hari ini aku  langsung pulang. Di rumah aku terus memikirkan bagaimanan caranya mendekati dua muridku itu dan membuat mereka menyukai aku. karena aku merasa tidak nyaman bila ada anak yang tidak suka. Akan begitu indah jika semua anak menyukaiku.
Di malam hari, aku bangun, aku terus menangis karena terus terang, rasa sakit hatiku belum hilang. Kata-kata mereka bagiku sangat menyakitkan. Aku  terus menangis sambil memohon agar aku kuat menerima ujian di awal perjalanan karirku dan aku juga mohon agar selalu diberikan kemudahan, kesabaran, dan solusi untuk mengatasi masalah yang kuhadapi.
Esoknya, aku membahas tentang penilaian yang sudah mereka berikan. Pertama aku berterima kasih atas penilaian positif mereka dan aku juga tidak lupa meminta ma’af kepada dua anak yang sudah memberikan kritik tajam kepadaku. Aku memberitahukan isi surat itu kepada anak-anak di kelas.
“Siapa orangnya, Bu? Kok, tidak sopan banget si?” tanya Gunawan dengan nada emosi dan yang lain pun memaksa aku untuk memberitahukan siapa pengirim dua surat itu.
“Dari tulisannya, saya sudah tahu bahwa itu dari dua siswi tapi saya tidak mau menyebutkan namanya. Itu memang kritik yang sangat pedas tapi saya yakin, dua anak itu tidak bermaksud buruk tetapi sebaliknya. Mereka begitu menyayangi saya tetapi sayang mereka diberikan dengan cara yang berbeda dengan kalian. Jadi, semua masukan kalian akan saya jadikan acuan untuk memperbaiki diri. Mohon maaf atas semua salah yang pernah saya lakukan. Dan saya berharap, jika suatu saat nanti ada perbuatan atau perkataan saya yang kurang berkenan silakan kalian beritahu saya dan alangkah indahnya jika pemberitahuan itu dengan menggunakan bahasa yang lebih halus.” Kataku dengan berlinang air mata tapi alhamdulillah, aku tidak sampai menangis.  
Mendengar ucapanku, anak-anak terdiam dan ada yang sangat kesal dengan dua temannya itu. Ketika anak-anak masih ramai mengira-ngira siapa yang aku maksud, tiba-tiba Rani maju.
“Ma’afin saya Bu, saya yang menulis surat itu.” Kata Rani sambil menunduk dan dia lalu mencium tanganku. Aku langsung merangkulnya sambil tersenyum aku berkata
“Tidak apa-apa sayang, tujuan Kamu baik ko walaupun bahasa yang Kamu pakai kurang enak untuk dibaca tapi saya senang karena Kamu punya keberanian untuk mengritik dan yang lebih hebat lagi, Kamu mau mengakui semua itu. Terima kasih ya atas semuanya. “ kataku sambil terus merangkul
Ketika Rani menangis di pelukanku, Vega maju dan melakukan hal yang sama. Aku sangat bangga karena mereka mempunyai mental yang kuat, mereka mau mengakui kesalahan dan tidak memerdulikan teman-teman yang akan membenci mereka.
“Anak-anak, sekarang kita mendapatkan pelajaran yang sangat berharga yaitu apapun yang sudah kita lakukan, harus kita pertanggungjawabkan sebesar apapun risikonya. Dan saya harap, mari kita saling mema’afkan dan mulai saat ini, janganlah kita menilai seseorang hanya dari pertemuan pertama. Jika kita ingin mengenal s eseorang dengan baik, butuh waktu panjang. Dan saya harap, apa yang Vega dan Rani fikirkan tentang saya, suatu saat nanti akan berbalik. Terima kasih ya kalian sudah mengakui semuanya. Kalian adalah murid-murid hebat! Saya bangga dengan kalian.” Kataku sambil mengelus kepala Rani dan Vega.
Setelah mendengar ucapanku, anak-anak langsung bertepuk tangan bahkan ada yang menangsi.  Aku juga tidak bisa menahan air mataku. Untuk mengganti suasana sedih saat ini, aku lalu melepaskan rangkulan di bahu Rani dan Vega. Mereka ku persilakan untuk duduk lalu aku berdiri sambil membawa kotak berisi sedotan yang di dalamnya ada kertas.       
 “Anak-anak, sekarang kita bermain sambung kata yuk! Siapa yang tidak bisa melanjutkan, dia akan terkena sanksi yaitu memilih kertas yang ada di dalam sedotan ini.” Kataku sambil menunjukan beberapa sedotan yang di dalamnya ada kertas.
“Isi kertas itu apa Bu?” tanya Ega
“Mmmm...kasih tahu ga ya? Hhehhe...” udah langsung main aja kalau dikasih tahu, nanti ngga seru.” Kataku sambil tertawa.
Anak-anak menyetujui itu dan permainan pun dimulai. Peraturan di permainan itu adalah tidak boleh menggunakan bahasa jorok, kasar, atau tidak sopan. Mereka sangat menikmati permainan itu dan pas di Yogi, kata terputus. Yogi tidak bisa melanjutkan kata yang diberikan Tono. Akhirnya, dia mengambil satu kertas dan ternyata isinya adalah bernyanyi lagu balonku dengan huruf vokal ‘i’ semua dan dengan memperagakannya. Aku lalu mengambil balon di depan kelas. Lalu Yogi membawa balon sambil bernyanyi. Lucu plus seru banget.
 Saat itu, bukan hanya Yoga yang mendapatkan sanksi. Ada beberapa anak juga mendapatkannya. Mereka mendapatkan sanksi yang berbeda-beda. Ada yang membaca puisi sambil mengekspresikan apa yang ada di dalam puisi tersebut. Pokoknya seru-seru deh dan yang pasti sanksinya berkaitan dengan bahasa Indonesia. Tujuan aku melakukan permainan hanya untuk mendekatkan diri kepada anak-anak sekaligus menunjukan aku tidak seperti yang mereka bayangkan.
Dan mulai hari ini, aku juga mencoba untuk mengobrol santai ketika istirahat. Aku berharap mereka akan dekat dan menyukai aku. Aku tahu, semua itu tidak bisa terjadi cepat. Butuh kesabaran dan keseriusan.  Walau aku mengorbankan jam istirahatku, aku tidak peduli. Saat itu aku begitu yakin bahwa caraku ini suatu saat akan behasil.
Setelah hampir satu bulan lebih, usahaku membuahkan hasil dan bukan hanya itu, aku juga dijadikan tempat curhat bagi mereka.  Terima kasih ya Allah. Semua itu tidak akan terjadi tanpa turut campur tangan-Mu

CERPEN SEPATU CINDERELLA DAN BU HANY



                     Ketika aku sedang menunggu ojek, tiba-tiba hpku berbunyi. Ku lihat ada panggilan dari no. Sekolah. Aku angkat dan di sana terdengar suara sahabatku, Ibu Hany,  sepertinya ia sedang kesal. Dan benar saja dugaanku, ternyata hari itu, anak-anak kelas IX membuatnya emosi. Dia memutuskan untuk tidak mengajar bimbel hari ini. Otomatis jadwalku sekarang maju karena beliau benar-benar tidak mau mengajar.
               Sesampainya di sekolah, ku lihat anak-anak sedang foto-foto dan Bu Hany ternyata sudah pulang. Melihat aku datang, anak-anak langsung masuk kelas. Mereka duduk dengan tertib. Aku lalu menanyakan penyebab kemarahan Bu Hany. Ternyata berawal dari hilangnya sebuah sepatu Ani, muridku. Saat itu sepatunya dia lepas dan ternyata ada temannya yang sengaja menyembunyikannya. Bu Hany lalu menyuruh anak yang merasa menyembunyikan untuk mengembalikan sepatu itu. Namun, tak ada seorang pun yang mau mengakui. Akhirnya Bu Hany kesal dan beliau langsung keluar kelas dan mengatakan bahwa beliau tidak mau mengajar anak kelas itu lagi. Saat itu, anak-anak sepertinya malah senang karena sebagian mereka memang tidak suka dengan Bu Hany. Ketika melihat Bu Hany pulang, mereka malah merayakan dengan cara berfoto ria. Sungguh keterlaluan sikap mereka. Walau aku tidak setuju dengan cara mereka, namun, saat itu aku berpikir lebih baik belajar dulu setelah itu, baru membahas masalah mereka dengan Bu Hany tadi. Sebelum belajar, aku mengabsen anak-anak terlebih dahulu. Mereka ku panggil satu per satu untuk tanda tangan di depan mejaku. Suasana sepi tapi tiba-tiba Hamka, Gio, dan Toni melakukan sesuatu yang membuat teman-temannya tertawa termasuk aku. Mereka bergantian memakai bando milik adiknya Bambang. Sambil berjalan gaya perempuan, mereka menghampiri aku secara bergantian. Yang paling lucu ketika melihat Toni, dia cocok sekali menjadi perempuan. Setelah selesai mengabsen, aku berdiri dan seperti biasa memberikan kode agar anak-anak diam dan bersiap-siap memulai pelajaran.
               Hari ini, anak-anak belajar per kelompok. Tugas pertama mereka adalah menjawab soal. Ketika belajar sudah dimulai, Toni, murid terbandel membuat ulah. Dia terus bolak-balik dan bicara yang tidak jelas. Aku sudah tahu, dia tipe anak yang tidak bisa terlalu dikeraskan. Lima belas menit kemudian aku berdiri dan berkata:
               “Anak-anak, jika dalam satu kelompok ada yang tidak bisa diam atau tidak mengerjakan maka akan saya beri sanksi untuk kelompok tersebut. Dan setiap kelompok harus tahu alasan kenapa memilih jawaban tersebut. Jika tidak bisa memberikan alasan, saya anggap kalian mencontek dan itu berarti kalian tidak dapat nilai tetapi kalian akan mendapat sanksi.”
               Mendengar itu, akhirnya teman-teman kelompok Toni langsung menegur Toni dan alhamdulillah, Toni akhirnya mengerjakan sampai selesai. Semua kelompok ku perhatikan mendiskusikan soal dengan serius.
               Setelah semua mengerjakan, mereka lalu mengumpulkannya. Dan seperti biasa, mereka akan maju per kelompok guna mempertanggungjawabkan jawaban yang sudah mereka pilih. Saat itu, aku hanya memerintahkan dua kelompok untuk maju dan yang lain akan maju minggu depan.
               “tugas pertama sudah kalian kerjakan dan sekarang tugas kedua yaitu mencari sepatu cinderella yang hilang.”
               Mendengar itu, anak-anak tertawa. Banyak yang komplen karena Ani dipanggil cinderella tetapi aku hanya tersenyum. Karena aku tidak mengizinkan mereka pulang sebelum sepatu itu ditemukan, mereka akhirnya mencari bersama-sama dan alhamdulillah sepatu itu ditemukan. Dan yang menemukannya adalah Salman. Anak-anak spontan tertawa.
               “kenapa kalian tertawa?” tanyaku heran
               “tadi kan kata ibu, kita disuruh mencari sepatu cinderella. Dan sekarang sepatu itu sudah ditemukan  oleh seorang pangeran, Salman namanya hhaahhaa...” kata Frahma disambut tawa anak-anak yang lain. Aku jadi tertawa karena aku tidak menyangka kan seperti itu dan ku lihat Salman dan Ani cemberut saja. Aku jadi pingin ketawa ketika melihat wajah terjelek mereka saat itu.
               “Bu, kita boleh pulangkan sekarang? Kan sepatunya sudah ditemukan?” tanya Hana
               “Iya tapi kalian harus duduk rapi dan membaca doa dulu ya!”
               Anak-anak spontan merapikan buku dan duduk dengan tertib. Ketika mereka akan memulai doa, tiba-tiba aku menunjuk ke arah paling belakang di barisan kedua. Kontan semua anak menoleh ke belakang.
               “maaf, kalian sepertinya belum boleh pulang karena ternyata ada teman kalian yang belum selesai.” Kataku sambil tersenyum.
               Kelas langsung ramai karena mereka kesal dengan Hendra dan Dodi. Seharusnya mereka berdua mengumpulkan bukan malah memperbaiki tulisan.
               “Jangan begitu dong...mereka berdua kan ingin mendapatkan nilai terbaik. Dan menurut saya, itu bagus. Ketelitian dan kerapihan dalam menjawab soal itu sangat saya harapkan dari kalian semua. Saya harap, kalian juga bisa seperti Hendra dan Dodi.” Mendengar itu, anak-anak terdiam
               Oh, ya...Bu Hany adalah guru kalian. Kalian belajar bukan hanya untuk mendapatkan ilmu saja tapi yang lebih penting adalah keridhaan guru tersebut. Jadi, sekarang Bu Hany sudah terlalu kesal dengan kalian. Menurut saya, alangkah indahnya hidup,  jika kita saling bermaafan dan yang paling baik adalah orang yang meminta ma’af terlebih dahulu. Bagaimana?” tanyaku
               “iya Bu, kita akan minta ma’af.” Kata anak-anak spontan
               “Alhamdulillah. Ya sudah, mari kita tutup KBM hari ini dengan doa semoga apa yang kita dapatkan kan berguna untuk kita dan medapat berkah dan keridhaan dari Allah SWT. Berdoa dimulai!”
               Selesai berdoa, anak-anak satu per satu menyalami aku. Ketika mereka bersiap-siap ingin ke rumah Bu Hany, tiba-tiba motor Farah, tidak bisa dihidupkan. Saat itu, aku hanya diam sambil memerhatikan. Aku ingin tahu seberapa besar kepedulian mereka terhadap orang lain. Dan alhamdulillah, beberapa anak saat itu bergantian memperbaiki motor Farah sedangkan yang lain hanya memberikan ide saja dan setelah sepuluh menit, akhirnya di tangan Giolah motor itu bisa hidup kembali. Anak-anak bersorak setelah itu mereka berpamitan kepadaku.
               “Ibu, mau diantar pulang?” tanya Gio
               “Oh, tidak, terima kasih. Sebentar lagi ojek saya kan datang.” kataku
               “Ibu, itu ojeknya!” teriak Seto dari kejauhan
“Wah, ojek ibu panjang umur ya baru disebut eh, muncul. Ya udah Bu, saya duluan ya. Assalamu’alaikum.” Kata Gio sambil melambaikan tangan
               “Waalaikum salam Wr.Wb. hati-hati ya!”
               “Oke, Bu.” Kata Gio dan Seto bersamaan
               Begitu ojekku sampai di depanku. Aku langsung naik dan rasanya hari ini benar-benar menyenangkan. Benar kata Mario Teguh kalau menjalani hidup itu harus santai tapi dapat menghasilkan sesuatu yang serius.
SELESAI

jangan ikuti rasa malas

Hari ini, aku tidak bersemangat tuk pergi ke sekolah tapi mengingat itu adalah tugasku sebagai seorang pendidik, aku lalu memaksakan diriku untuk tetap berangkat. 

sesampainya di sekolah, bel masuk pun menyambut. Alhamdulillah, akhirnya aku sampai juga ke sekolah dan yang paling aku senang aku dapat mengalahkan rasa malas yang tadi sempat muncul di rumah.

ketika aku sedang menyiapkan buku, ketua kelas IX menjemputku (maklum aku suka salah masuk kelas.red)aku lalu masuk ke kelas IX dan kebetulan hari ini presentasi kelompok I.setiap kelompok aku beri tugas tuk mencari materi bahasa Indonesia yang sudah aku tentukan lalu mereka akan maju tuk menjelaskan materi yang sudah mereka dapat. tujuan pembelajaran seperti itu agar mereka benar-benar bertanggung jawab dengan tugasnya. kalau hanya diperintahkan tuk mencari saja, aku yakin mereka akan main-main melakukannya dan yang paling ku takutkan mereka tidak paham dengan materi yang sudah mereka buat.

presentasi pertama diawali oleh Hana. ketika hana sedang menjelaskan, tiba-tiba terdengar bunyi hp (kebetulan letak sekolahku berada di dalam perumahan. otomatis sangat dekat dengan rumah yang lain). awalnya aku diam saja tapi karena tidak berhenti juga, secara spontan aku bicara kepada anak-anak yang lain "papa telephooon (dengan nada seperti Rizky, penyanyinya)." mendengar itu ada beberapa anak yang mungkin suka juga dengan lagu itu menjawab "bilang aja ngga ada." aku dan anak-anak spontan tertawa bersama-sama.

gara-gara kejadian itu, beteku hilang dan aku bersyukur karena memiliki murid seperti mereka.

apa golongan darahmu?